Prabowo Proyeksikan Dividen BUMN Rp200 Triliun pada 2026, Negara Tak Perlu Lagi Suntik Modal Lagi

calendar_today 14.08.2026 - person  - timer ~

Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto memproyeksikan dividen badan usaha milik negara (BUMN) yang disetorkan kepada negara akan mencapai Rp200 triliun pada 2026 tanpa tambahan penyertaan modal negara (PMN). Menurutnya, peningkatan tersebut mencerminkan perbaikan kinerja BUMN sekaligus memperkuat kapasitas pemerintah membiayai investasi strategis tanpa bergantung pada suntikan APBN.

Ia menjelaskan keuntungan BUMN pada 2024 telah dikoreksi menjadi Rp186 triliun, dengan dividen yang disetorkan ke negara sebesar Rp85,5 triliun.

Setelah dilakukan berbagai pembenahan, keuntungan BUMN pada 2025 melonjak menjadi Rp326 triliun, atau naik 75,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Keuntungan BUMN mencapai Rp326 triliun, naik 75,3% dari 2024. Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka," kata Prabowo, saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Sejalan dengan itu, dividen BUMN yang disetorkan kepada negara juga meningkat menjadi Rp142,3 triliun pada 2025 atau naik 67% dibandingkan 2024.

Namun, Prabowo menilai indikator yang lebih tepat adalah dividen bersih setelah dikurangi PMN yang diberikan pemerintah kepada BUMN pada tahun yang sama.

Pada 2024, dividen bersih setelah dikurangi PMN tercatat sebesar Rp53 triliun. Sementara pada 2025 nilainya melonjak menjadi Rp138 triliun, atau meningkat 160%.

"Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan Rp200 triliun, tanpa ada PMN. Artinya, dari 2024 ke 2026 naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun, atau bisa dikatakan empat kali lebih besar," ujarnya.

Menurut Prabowo, peningkatan laba dan dividen BUMN kini dimanfaatkan untuk mempercepat program hilirisasi nasional melalui Danantara.

Ia menyebut pemerintah telah melakukan groundbreaking terhadap 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026 dan 13 proyek lainnya pada 29 April 2026.

Proyek tersebut meliputi pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, pembangunan smelter alumina menjadi aluminium, hingga proyek waste to energy. Menurut Prabowo, proyek-proyek tersebut akan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru.

Baca Juga: Prabowo Klaim Selamatkan Rp50 Triliun yang Dulu Habis untuk Gaji Direksi dan Komisaris BUMN

Baca Juga: Tutup 750 BUMN, Prabowo Target Hemat Rp70 Triliun di Akhir 2026

Baca Juga: Prabowo Ungkap Ada 1.074 BUMN, Target Dipangkas Jadi 300 Perusahaan di Akhir 2026

Selain itu, keuntungan BUMN juga diarahkan untuk memperkuat strategi downstreaming yang dipadukan dengan upstreaming. Salah satunya melalui akuisisi perusahaan-perusahaan global guna memperoleh teknologi, manajemen, dan akses pasar yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok dunia.

"Kita beli perusahaan-perusahaan terbaik dunia, untuk mendapatkan teknologinya, manajemennya, dan pasarnya, yang bisa membantu menjadikan Indonesia bagian dari rantai pasok dunia," kata Prabowo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.