Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat untuk mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan menuju kehidupan yang bermartabat.
Inilah sebabnya kami mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, bukan pertumbuhan demi pertumbuhan semata, tetapi pertumbuhan yang dapat mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan menuju martabat, kata Prabowo saat berpidato sebagai tamu kehormatan pada Forum Ekonomi Timur ke-11 (Eastern Economic Forum/EEF) di Vladivostok, Rusia, Kamis.
Sebagaimana dipantau dari tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo mengatakan prinsip tersebut merupakan bagian dari filosofi ekonomi Indonesia yang mengedepankan realisme, pragmatisme, dan pencapaian kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya memberikan keuntungan kepada segelintir orang. Pembangunan harus diukur dari manfaat yang dirasakan keluarga dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pemenuhan makanan bergizi hingga ketersediaan pekerjaan dan listrik.
"Pembangunan tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang. Pembangunan harus diukur di meja makan keluarga biasa: apakah anak-anak menerima makanan bergizi, apakah petani bisa mendapatkan pupuk dan menjual hasil bumi mereka dengan harga yang adil," ucapnya.
Presiden mengatakan pendekatan tersebut menjadi dasar bagi sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk penyediaan makanan bergizi gratis bagi anak-anak dan ibu hamil, upaya mencapai swasembada pangan dan ketahanan energi, serta percepatan hilirisasi industri.
Menurut Kepala Negara, hilirisasi ditujukan agar sumber daya alam Indonesia dapat menciptakan industri, keterampilan, dan pekerjaan yang baik di dalam negeri.
Prabowo juga menilai pertumbuhan ekonomi perlu diarahkan untuk menjawab pertanyaan mendasar mengenai bagaimana kekayaan suatu wilayah dapat diterjemahkan menjadi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat yang tinggal di dalamnya.
"Forum ini pada dasarnya mengajukan pertanyaan mendasar yang sama dengan yang diajukan rakyat saya kepada saya, bagaimana kekayaan besar suatu wilayah dapat diterjemahkan menjadi kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang yang tinggal di sana?," kata Presiden.
Pewarta: Fathur Rochman
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.