Sabtu, 19 September 2026 - 00:10 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menyinggung para pakar yang suka mengkritik program pemerintah, terutama terkait permasalahan gizi anak-anak di Indonesia. Hal itu diungkapkan Prabowo dalam sambutannya di acara HUT ke-28 PAN di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026.
Baca Juga
Awalnya, Prabowo mengatakan seluruh rakyat Indonesia harus adil dan makmur. Ia mengaku siap mati untuk melindungi negara Indonesia sejak umur 18 tahun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Tentunya kita semua ingin Indonesia itu adil dan makmur semua. Kita ingin rakyat kita sejahtera, saya dari kecil saya disumpah, saya siap waktu itu 18 tahun saya siap mati untuk negara ini," kata Prabowo.
Baca Juga
Kepala Negara ingin melihat rakyat Indonesia tidak ada yang kelaparan. Pun, melihat orang tua di Indonesia yang kebingungan jika anaknya sakit.
"Saya ingin membela bangsa saya, untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat Indonesia sejahtera tidak ada orang lapar di Indonesia. Tidak ada bapak dan ibu yang bingung kalau anaknya sakit, tidak ada anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan," kata Prabowo.
Baca Juga
Ia juga menginginkan perbaikan gizi dilakukan ke seluruh anak-anak Indonesia. Prabowo mau anak-anak Indonesia memiliki tulang dan otot yang kuat. Sehingga, bisa bersaing dengan anak-anak dari bangsa lain.
"Tidak ada anak-anak Indonesia yang stunting, yang tidak dapat gizi, sehingga tulangnya lemah, ototnya lemah, sel otaknya lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain, saya tidak ingin lihat itu," kata Prabowo.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Itu bukan sumpah saya. Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera, itu sumpah saya," sambungnya.
Ia pun menyinggung para pakar yang sering mengkritik program pemerintah. "Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pinternya, saking pinternya, jadi goblok," pungkas Prabowo.
VIVA.co.id
19 September 2026