Jumat, 25 September 2026 18:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas terkait penanganan bencana secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden/aa.
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menugaskan 1.000 perwira TNI untuk turun ke daerah-daerah guna memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal itu disampaikan Prabowo saat mengundang pakar dan akademisi untuk berdiskusi mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran hutan dan lahan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9).
"Saya sudah tugaskan TNI, nanti mungkin Polri, saya turunkan 1.000 perwira, mayor, letkol, kolonel. Seribu, saya turunkan ke kabupaten-kabupaten itu, untuk memberi edukasi," kata Prabowo sebagaimana unggahan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat.
Menurut Prabowo, pengerahan perwira tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat pencegahan karhutla di tingkat daerah, khususnya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara membuka dan mengelola lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.
Presiden mengatakan pemerintah juga menyiapkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan lahan sehingga kebutuhan tersebut tidak menjadi alasan untuk melakukan pembakaran.
"Kalau Anda butuh lahan, lapor, kita buatkan lahan untuk kalian. Kita siapkan pompa untuk kalian," ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
"Kita ingin rakyat kita sejahtera. Tidak mungkin kita mau celakakan rakyat kita," kata Prabowo.
Selain mengedukasi masyarakat, Prabowo mengatakan pemerintah akan menertibkan perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban dalam pencegahan dan penanganan karhutla.
Kepala Negara menyebut perusahaan memiliki sejumlah kewajiban, antara lain menyediakan menara pemantau, embung, serta tim pemadam kebakaran dari kalangan karyawan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Prabowo juga meminta para pakar memberikan masukan mengenai langkah terbaik untuk mencegah kebakaran di kawasan hutan, terutama kawasan yang memiliki lahan gambut.
Menurut Prabowo, upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum kebakaran terjadi, termasuk dengan menyiapkan sarana pemadaman seperti embung dan pompa di lapangan.
"Soal mitigasi fisik kita lakukan ya. Pemadam kebakaran harus siap, nggak ada, jauh sebelum kebakaran bikin embung, embung, embung, embung. Belum ada kebakaran bikin pompa, pompa, pompa, siapkan semua itu," ucap Prabowo.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.