Minggu, 18 Oktober 2026 15:49 WIB
Tangkapan layar - Hasil survei Parameter Politik Indonesia terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden dan Wakil Presiden, Minggu (18/10/2026). (ANTARA/Imam Budilaksono)
Jakarta (ANTARA) - Hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) mendapati sebanyak 65,4 persen responden puas terhadap kinerja pemerintah, sementara 32,5 persen mengaku tidak puas dan 2,1 persen lainnya tidak menjawab.
“Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah saat ini berada pada level yang cukup baik, yakni 65,4 persen,” demikian dikutip dari data survei yang diperoleh di Jakarta, Minggu.
Data survei PPI menunjukkan bahwa mayoritas responden (16,7 persen) mengaku puas karena bantuan sosial semakin banyak, disusul penegakan hukum terhadap koruptor (10,3 persen), program Sekolah Rakyat (9,8 persen) dan Makan Bergizi Gratis semakin baik (8,5 persen).
Sementara itu, mayoritas responden (11,8 persen) mengaku tidak puas karena ekonomi sulit dan menurun, bantuan sosial kurang tepat sasaran (11,4 persen), harga kebutuhan pokok mahal (10,4 persen), serta kurang memperhatikan rakyat kecil (6,7 persen).
Survei juga mendapati bahwa 67 persen responden optimistis pemerintah mampu menjalankan tugas dengan baik. Adapun responden yang mengaku tidak percaya sebanyak 24,4 persen dan 8,6 lainnya tidak menjawab.
Sebanyak 15,9 persen responden menjawab bantuan sosial merupakan program kerja pemerintah yang paling bagus, 12,6 persen menjawab Sekolah Rakyat, 11 persen menjawab MBG, dan 8,1 persen menjawab sekolah hingga kuliah gratis.
Di sisi lain, survei memotret 65,2 persen puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto, sedangkan kepuasan terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di angka 49 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa untuk mampu mengembalikan level kepuasan hingga di atas 70 persen dibutuhkan peningkatan kinerja bersama,” demikian temuan survei.
Responden dalam survei dimaksud adalah penduduk yang sudah berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Penarikan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling.
Target responden berjumlah 1.200 orang yang tersebar di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa/kelurahan. Responden terpilih diwawancarai secara tatap muka pada 26 September–6 Oktober 2026.
Baca juga: Prabowo Apresiasi Kinerja Pegadaian dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026
Baca juga: Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri Evaluasi Kinerja di Istana
Pewarta : Fath Putra Mulya
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.