Kami membagikan masker ini untuk mengantisipasi gangguan pernapasan (ISPA) bagi warga yang beraktivitas di luar rumah,
Banjarmasin (ANTARA) - Polsek Banjarmasin Selatan membagikan 1.950 masker kepada warga dan pengguna jalan untuk membantu melindungi pernapasan masyarakat dari paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.
Pembagian masker menyasar warga yang beraktivitas di luar rumah, terutama pengguna jalan yang melintas di depan Markas Komando (Mako) Polsek Banjarmasin Selatan pada sore hari.
Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Christugus Lirens di Banjarmasin, Kamis, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai langkah cepat membantu masyarakat mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla.
"Kami membagikan masker ini untuk mengantisipasi gangguan pernapasan (ISPA) bagi warga yang beraktivitas di luar rumah, khususnya para pengendara yang sedang perjalanan pulang kerja," ujarnya.
Petugas menyisir warga yang masih beraktivitas di luar rumah di lingkungan masing-masing sehingga perlindungan tidak hanya diberikan kepada pengguna jalan, tetapi juga menjangkau masyarakat di kawasan permukiman.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya kepolisian mendorong warga meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk kualitas udara, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Pembagian masker mendapat respons positif dari warga karena membantu masyarakat yang tetap harus bepergian atau bekerja di luar rumah saat kondisi udara terdampak asap.
Selain menggunakan masker, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak dan segera mencari tempat dengan kualitas udara lebih baik jika paparan asap semakin pekat sebagai langkah perlindungan kesehatan.
Kegiatan ini sesuai dengan commander wish Kapolresta Banjarmasin yang diusung oleh Kombes Pol Riza Muttaqin adalah "Kayuh Baimbai Jaga Banua, Bersama Kita Wujudkan".
Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.