Polresta Padang gagalkan aksi tawuran di Jl By Pass, seorang pelajar diamankan

calendar_today 11.09.2026 - person  - timer ~

Padang (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menggagalkan aksi tawuran antar kelompok pemuda yang nyaris terjadi di Jl By Pass kota setempat pada Jumat siang.

Aksi tawuran yang meresahkan masyarakat itu digagalkan oleh Tim Khusus (Timsus) Bravo Polresta Padang bersama Tim Patroli antisipasi penyakit masyarakat.

"Dari penindakan ini kami mengamankan satu orang pelajar dan satu bilah senjata tajam jenis celurit," kata Ketua Timsus Bravo Polresta Padang Ipda Dicki Muchri di Padang.

Ia mengatakan pelaku beserta senjata tajam itu langsung dibawa ke Kantor Polresta Padang lalu diserahkan ke Piket Reserse Kriminal (Reskrim) untuk menjalani pemeriksaan secara hukum.

Pelaku yang diamankan adalah GFP berusia 16 tahun, masih berstatus sebagai pelajar salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Padang.

Pelaku menyangkal bahwa senjata tajam itu adalah miliknya, melainkan milik teman yang ia bonceng dan berhasil melarikan diri.

Dikci menjelaskan penindakan itu berawal ketika Polisi menerima informasi adanya sekelompok anak muda yang dicurigai hendak melakukan tawuran.

Informasi masyarakat itu langsung ditindaklanjuti oleh Timsus Bravo Polresta Padang dengan cara mendatangi lokasi yang disebutkan guna melakukan pemantauan awal.

"Dari hasil pemantauan memang benar didapati adanya sekelompok pemuda yang berkumpul lalu melakukan konvoi di Jalan By Pass Padang menggunakan sepeda motor," katanya.

Polisi langsung membuntuti konvoi sepeda motor tersebut dengan jumlah mencapai sepuluh unit kendaraan, beberapa pelaku tampak membawa senjata tajam.

"Kami menduga konvoi itu adalah momentum mereka untuk mencari atau menuju ke tempat lawan, sehingga langsung dilakukan penindakan sebelum tawuran terjadi," jelasnya.

Ia mengatakan penindakan dilakukan ketika rombongan berada di Simpang Ketaping, Jalan By Pass Padang setelah dibuntuti sekian waktu.

Saat menyadari kedatangan Polisi, gerombolan tersebut langsung pecah dan berusaha lari demi meloloskan diri.

Atas kejadian itu, Polisi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar terus memantau dan mengawasi aktivitas anak masing-masing sehingga tidak terjerumus dalam aktivitas negatif.