Sabtu, 22 Agustus 2026 23:01 WIB
Kepala Kepolisian Resor Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias. (ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan)
Pekalongan (ANTARA) - Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, memperkuat kegiatan penanganan kelainan kaki bawaan (Congenital Talipes Equinovarus) anak sejak lahir agar bisa sembuh dan tumbuh normal.
Kepala Kepolisian Resor Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa program yang diinisiasi oleh Kapolda Jateng ini menjadi bagian upaya bersama menemukan kasus CTEV sedini mungkin dan menghubungkan anak yang membutuhkan layanan kesehatan yang tepat.
"Oleh karena itu, Bhabinkamtibmas perli melakukan pendataan anak usia di bawah 2 tahun di wilayah binaan masing-masing. Berikan edukasi dan pemahaman kepada orang tua anak penderita CTEV bahwa kondisi ini bisa disembuhkan sejak usia dini," katanya.
Menurut dia, Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian di tingkat kelurahan dan desa agar aktif melakukan pendataan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Kami berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan berbagai pihak dapat semakin kuat dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan anak agar mereka dapat tumbuh sehat, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik," katanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Indah Kurniawati mengatakan kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat deteksi dan penanganan kelainan kaki bawaan anak sejak lahir agar bisa sembuh.
"CTEV perlu ditemukan sedini mungkin karena semakin cepat ditangani maka peluang anak mendapatkan fungsi kaki yang optimal juga semakin besar. Kami mengapresiasi peran Bhabinkamtibmas yang dapat membantu menjangkau masyarakat hingga tingkat kelurahan," katanya.
Menurut dia, jika ditemukan anak dengan indikasi kelainan kaki bawaan anak sejak lahir diharapkan masyarakat tidak perlu takut dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
"Edukasi kepada orang tua juga penting agar masyarakat memahami bahwa kelainan kaki bawaan lahir tersebut dapat ditangani melalui pelayanan kesehatan yang tepat," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.