Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor Garut memberikan edukasi kepada pelajar saat momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) guna menanamkan kesadaran pentingnya disiplin berlalu lintas dalam menjaga keselamatan generasi bangsa.
"Kami ingin menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini sehingga para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut AKP Luky Martono saat kegiatan Pendidikan Masyarakat Polisi Sahabat Anak di SDN 1 Kota Kulon, Kabupaten Garut, Jumat.
Ia menuturkan, Satuan Lalu Lintas Polres Garut selama ini terus mengedukasi masyarakat, khususnya saat ini momentum MPLS tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK di Garut untuk membangun kesadaran siswa pentingnya taat hukum dengan tertib lalu lintas.
Pihaknya, kata dia, memberikan penyuluhan tentang pentingnya keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas kepada siswa sebagai bagian dari pembinaan karakter sejak dini.
"Edukasi ini juga menjadi bagian dari upaya kepolisian menciptakan generasi muda yang sadar hukum dan disiplin berlalu lintas," katanya.
Ia menyampaikan pemahaman mengenai tata tertib berlalu lintas itu untuk menghindari terjadinya kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi.
Setelah mengikuti edukasi tersebut, kata dia, siswa dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan tempat tinggalnya, sekolah, maupun saat berada di jalan raya.
"Kami berharap para siswa tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi teman, keluarga, dan masyarakat dalam membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama," katanya.
Kepolisian Resor Garut selama momentum MPLS tahun ini tidak hanya mengedukasi tentang kesadaran tertib berlalu lintas, tetapi juga menyampaikan hal lain yang dilakukan Satuan Binmas Polres Garut maupun oleh jajaran Polsek terkait bahaya perundungan, kenakalan remaja, dan narkoba.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.