Warta Ekonomi, Jakarta -
Politikus keturunan Indonesia-Tionghoa, Alvin Tedjo, berhasil memenangkan pemilihan Wali Kota Mississauga, Kanada.
Alvin Tedjo mengungguli dua kandidat yang sebelumnya menjadi pesaing kuat, yakni petahana Carolyn Parrish dan mantan Wali Kota Mississauga, Bonnie Crombie.
Dikutip dari Global News, hasil penghitungan suara tidak resmi yang dirilis pemerintah kota menunjukkan Tedjo memperoleh 74.479 suara hingga Senin (26/10) pukul 23.30 waktu setempat.
Dengan hampir seluruh tempat pemungutan suara melaporkan hasil penghitungan, Tedjo unggul atas Parrish yang meraih 51.853 suara. Sementara itu, Crombie, yang juga merupakan pemimpin Partai Liberal Ontario, memperoleh 43.191 suara.
Dalam pidato kemenangannya, Tedjo menyebut hasil pemilihan tersebut sebagai tanda bahwa masyarakat Mississauga menginginkan perubahan dalam pemerintahan kota.
"Mississauga telah memilih perubahan. Hari ini, Kota Mississauga telah membuat pilihan yang jelas dan bersejarah untuk menuntut perubahan di Balai Kota," ujar Tedjo.
Baca Juga: Eks Ketua MK: Secara Prosedural Gibran Bisa Dimakzulkan, Secara Politik Gak Masuk Akal
Alvin Tedjo merupakan politikus keturunan Indonesia-Tionghoa yang tumbuh besar di Mississauga. Menurut laporan The Star, orang tuanya menetap di kota tersebut ketika Tedjo berusia empat tahun.
Ia menghabiskan masa kecilnya di pusat kota Mississauga. Dari rumahnya, Tedjo bahkan dapat melihat gedung Balai Kota yang kelak menjadi pusat pemerintahannya jika mulai menjalankan tugas sebagai wali kota.
Pengalaman tumbuh di lingkungan keluarga imigran turut membentuk pandangannya terhadap kehidupan sosial. Tedjo mengaku menyaksikan berbagai tantangan yang dihadapi para pendatang ketika berusaha membangun kehidupan di negara baru.
"Saya menyaksikan banyak tantangan dan kesulitan yang menyertai pengalaman sebagai imigran," kata Tedjo.
Ia juga mengungkapkan bahwa pesan dari orang tuanya menjadi salah satu alasan yang mendorongnya terjun ke dunia politik.
"Jika melihat sesuatu yang tidak beres, lakukanlah sesuatu untuk memperbaikinya," ujar Tedjo, mengulangi pesan yang diterimanya dari orang tuanya.
Ketertarikan Tedjo terhadap dunia politik sudah muncul sejak masa sekolah. Ketika duduk di bangku SMA, ia dipercaya menjadi ketua organisasi siswa dan bergabung dengan komite penasihat pemuda untuk wali kota.
Pada pertengahan 1990-an, Tedjo bertemu dengan Hazel McCallion, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Mississauga. Pertemuan tersebut berlangsung setelah Tedjo meraih penghargaan Young Citizen of the Year atau Warga Muda Terbaik Tahun Ini.
Tedjo mengaku mendapatkan dorongan dari McCallion untuk menekuni dunia politik. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan awalnya sebelum akhirnya terpilih memimpin Mississauga.
Meski dikenal sebagai politikus keturunan Indonesia-Tionghoa, informasi mengenai latar belakang keluarganya, termasuk asal-usul Indonesia dari orang tuanya, belum banyak diungkapkan kepada publik.