Polda Kalsel bongkar sindikat perdagangan sisik trenggiling lintas provinsi - ANTARA News Kalimantan Selatan

calendar_today 02.10.2026 - person  - timer ~

Kita amankan pelaku berinisial RZ dan RA dengan barang bukti 57,885 kilogram sisik trenggiling

Banjarmasin (ANTARA) - Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan berhasil membongkar sindikat perdagangan sisik trenggiling lintas provinsi dengan meringkus tiga orang.

"Kita amankan pelaku berinisial RZ dan RA dengan barang bukti 57,885 kilogram sisik trenggiling," kata Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol Sigit Haryono di Banjarmasin, Jumat.

Sigit menjelaskan pengungkapan berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti anggota Unit III Subdit IV melakukan penyelidikan.

Tim yang dipimpin Kasubdit IV Tipidter Kompol Gita Suhandi Achmadi kemudian mengendus aktivitas rencana transaksi jual beli sisik trenggiling yang dilakukan dua orang.

Dari pelaku, polisi menemukan  bagian tubuh satwa yang dilindungi berupa sisik trenggiling dengan jumlah 57,885 kg senilai Rp173.655.000.

Turut disita pula dua paruh burung rangkong dengan total berat 90 gram senilai Rp135.000.000.

Sigit mengungkapkan dari pengakuan pelaku sudah tiga kali menjual sisik trenggiling di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Tabalong, dan di wilayah Kalimantan Tengah.

Sisik trenggiling diperoleh langsung dari masyarakat dengan harga Rp800 ribu per kilogram. 

Setelah itu, barang ditawarkan kepada calon pembeli melalui media sosial Facebook dengan harga Rp3 juta per kilogram.

Adapun nilai jual seluruh sisik trenggiling yang diamankan diperkirakan mencapai Rp173 juta.

Sementara dua paruh burung rangkong juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Komoditas tersebut dihargai berdasarkan berat, yakni dibeli Rp950 ribu per gram dan rencananya dijual kembali Rp1,5 juta per gram. 

Dengan berat sekitar 90 gram, nilai jualnya diperkirakan mencapai Rp135 juta.

Sigit menegaskan penegakan hukum itu sebagai upaya melindungi keberadaan satwa dilindungi terancam punah seperti trenggiling.

Dari 57 kilogram sisik trenggiling yang disita, diketahui berasal dari 285 ekor trenggiling usia dewasa dalam kondisi hidup.

Estimasi jumlah itu didapat berdasarkan keterangan tersangka jika setiap satu kilogram sisik trenggiling berasal dari lima ekor trenggiling.

Kasi KSDA Wilayah 2 Banjarbaru Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel)
Junaidi Selamat Wibowo mengapresiasi keberhasilan Polda Kalsel dalam membongkar perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi.

Bahkan sebelumnya pada Agustus 2026 lalu juga telah menyita 64 kilogram sisik trenggiling yang rencananya dibawa pelaku ke Surabaya untuk selanjutnya dikirim ke Vietnam dan Cina.

Dia menyebut trenggiling penting bagi keseimbangan ekosistem di alam sehingga statusnya satwa dilindungi yang terancam punah.

Begitu juga burung rangkong atau sering disebut juga burung enggang berperan penting dalam penyebaran biji-bijian membantu pertumbuhan hutan.

"Spesies rangkong, seperti rangkong gading terancam punah akibat perburuan paruhnya,  tambahnya.

Pewarta: Firman
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.