Senin, 13 Juli 2026 13:58 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago diatas mobil komando mengecek kesiapan pasukan dalam pengananan Karhutla di Kalbar ANTARA/Rendra Oxtora.
Semarang (ANTARA) - Polda Jawa Tengah mencatat ada 16 kebakaran lahan di berbagai wilayah di provinsi ini selama 10 hari pertama Juli 2026.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto di Semarang, Senin, mengatakan, berbagai peristiwa kebakaran tersebut sebagian besar terjadi pada rentang waktu antara pukul 09.00 hingga 16.00 WIB
"Mayoritas terjadi saat suhu udara mencapai puncak," katanya.
Dari berbagai kejadian itu, lanjut dia, terdapat peristiwa kebakaran di Kabupaten Batang yang mengakibatkan 1 orang tewas yang diduga dipicu aktivitas pembakaran lahan.
Ia mengatakan Polda Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi sebagai upaya menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Artanto menjelaskan personel Bhabinkamtibmas dioptimalkan untuk memberikan edukasi kepada kelompok tani, pengelola kawasan hutan, serta masyarakat di kawasan rawan kebakaran.
Selain itu, kata dia, kepolisian juga memperkuat koordinasi dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Perhutani, dan pemerintah daerah dalam mempercepat deteksi dini maupun penanganan.
Menurut Artanto, kepolisian juga menyiagakan personel beserta peralatan pendukung pemadaman, seperti kendaraan meriam air, sebagai dukungan pemadaman darurat di lokasi tertentu.
"Selain itu juga dilakukan pemantauan titik-titik panas berbasis teknologi untuk mempercepat respons di lapangan," katanya.
Ia menuturkan peningkatan risiko kebakaran selama musim kemarau membutuhkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat.
"Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari terjadinya kebakaran," kata Artanto.
Baca juga: Semarang antisipasi kebakaran TPA Jatibarang
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.