Senin, 3 Agustus 2026 - 21:01 WIB
Jakarta, VIVA – Kuasa Hukum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syifaus Syarif menyebut putusan pengadilan pada Senin 3 Agustus menjadi momentum penting bagi partai berlambang Kabah, terlebih karena bertepatan dengan Bulan Kemerdekaan.
Baca Juga
Menurut Syarif, putusan tersebut menjadi simbol berakhirnya berbagai sengketa hukum yang selama ini mempersoalkan kepemimpinan Muhamad Mardiono sebagai Ketua Umum PPP hasil Muktamar X.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Hari ini menjadi momentum kemerdekaan dan kemenangan bagi kader PPP di seluruh Indonesia. Putusan ini memberikan kepastian hukum sekaligus menandai berakhirnya rangkaian gugatan yang diajukan terhadap kepemimpinan H. Muhamad Mardiono,” ujar Syarif kepada media, Senin 3 Agustus 2026.
Baca Juga
Syarif menjelaskan, majelis hakim menolak gugatan yang diajukan para penggugat dan membebankan biaya perkara kepada para penggugat (Subadri & Thobahul Aftoni) sebesar Rp344 ribu.
Syarif merinci, sepanjang proses tersebut telah terdapat 14 perkara yang diperiksa oleh total 38 hakim, baik di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara maupun Peradilan Umum. Hasil putusan tersebut semakin memperkuat legitimasi kepemimpinan H. Muhamad Mardiono, baik dari sisi politik maupun dari aspek hukum.
Baca Juga
“Ini menjadi penanda bahwa seluruh persoalan hukum yang berkaitan dengan keabsahan kepemimpinan Ketua Umum PPP telah memperoleh kepastian. Kini saatnya seluruh kader menatap ke depan dan fokus membesarkan partai serta memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Syarif, semangat bulan kemerdekaan juga menjadi pengingat bahwa PPP telah terbebas dari berbagai dinamika hukum internal sehingga energi partai dapat diarahkan sepenuhnya untuk konsolidasi organisasi yang sedang berjalan dan menghadapi agenda politik ke depan.
“Momentum ini adalah kemerdekaan bagi PPP untuk melangkah lebih kuat, lebih solid, dan lebih fokus membangun partai demi pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
VIVA.co.id
17 Juli 2026