PM Pakistan Kunjungi Arab Saudi Usai Iran-Oman Kendalikan Selat Hormuz

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif bersama Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir dijadwalkan akan mengunjungi Arab Saudi pada 6-8 Agustus waktu setempat.

"Meskipun berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, kunjungan ini memiliki makna yang melampaui krisis saat ini maupun pertimbangan jangka pendek," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi pada Kamis, 6 Agustus, dikutip dari AN.

Pemerintah negara di Asia Selatan itu memang aktif berupaya mengakhiri konflik Iran-AS, dan turut melibatkan negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri Pakistan juga mengakui peran Oman, seraya menyatakan bahwa negara tersebut telah memainkan peran penting dalam penyelesaian masalah Selat Hormuz.

🔈 PR No. 2️⃣0️⃣2️⃣/2️⃣0️⃣2️⃣6️⃣

Curtain Raiser: Prime Minister of Pakistan’s Visit to the Kingdom of Saudi Arabia

(06-08 August 2026)

🔗⬇️ pic.twitter.com/dHwY66N2Dp

— Ministry of Foreign Affairs - Pakistan (@ForeignOfficePk) August 6, 2026

Iran dan Oman diketahui telah mencapai kesepahaman mengenai koordinat geografis untuk jalur pelayaran melalui Selat Hormuz. Pada Rabu 5 Agustus, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan, pengumuman bersama terkait hal itu sedang difinalisasi, dengan catatan tidak ada campur tangan dari pihak ketiga.

Baghaei menambahkan, kesepakatan semacam itu antara Iran dan Oman tidak dengan sendirinya menjamin keamanan di jalur perairan strategis tersebut.

Kesepakatan yang diusulkan antara Iran dan Oman itu juga akan memberikan kendali terhadap Teheran atas kapal-kapal yang memasuki Teluk melalui Selat Hormuz.

Menurut keterangan seorang sumber senior Iran dan dua pejabat regional pada Rabu pekan ini, langkah tersebut dinilai sebagai salah satu konsesi terbesar yang pernah diberikan kepada Iran

Terlepas dari langkah yang tampak mengarah pada pemenuhan tuntutan Iran tersebut, sumber-sumber itu menepis pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan bahwa kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz akan segera tercapai, dengan mengatakan bahwa masih ada rincian penting yang harus disepakati.

BACA JUGA:


Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+