AKURAT.CO Perdana Menteri Kanada Mark Carney meminta pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan perang sindiran di media sosial dan kembali serius membahas hubungan dagang kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan Carney pada Selasa (1/9/2026), setelah hubungan Kanada dan Amerika Serikat kembali memanas menyusul gagalnya perundingan perdagangan pada 21 Agustus.
“Ketika Amerika berhenti membuat meme, berhenti melontarkan sindiran dan berhenti berusaha terlihat tangguh, lalu mulai serius melakukan pembicaraan, kami bisa kembali berdiskusi,” kata Carney.
Carney mengakui bahwa perundingan dagang Kanada-AS masih dapat dilanjutkan apabila Washington menunjukkan keseriusan. Namun, ia menilai sejumlah tuntutan Amerika berpotensi menghancurkan industri Kanada dalam jangka panjang.
Menurut Carney, proposal yang diajukan Washington dalam perundingan sebelumnya berisiko membuat sejumlah industri Kanada hanya menjadi anak perusahaan perusahaan Amerika.
Bahkan, kata dia, beberapa sektor industri Kanada dapat “secara bertahap dihentikan di Kanada dan akhirnya dimusnahkan”.
“Kami tentu tidak akan menerima persyaratan tersebut,” tegas Carney.
Ia mengatakan Amerika Serikat juga menginginkan kesepakatan yang tidak kompetitif bagi sejumlah industri strategis Kanada, termasuk sektor otomotif.
Selain persoalan perdagangan, Washington disebut mendorong perubahan yang dapat berdampak terhadap perlindungan bahasa Prancis dan kebijakan kebudayaan Kanada.
Bagi Carney, persoalan-persoalan tersebut sudah cukup menjadi alasan bagi Kanada untuk menolak kesepakatan yang ditawarkan Amerika Serikat.
Perdana Menteri Kanada itu juga menegaskan bahwa Ottawa tidak akan menerima pembatasan terhadap kebijakan perdagangan luar negerinya.
“Kanada adalah negara berdaulat. Kami akan membuat kesepakatan perdagangan bebas dengan negara-negara yang ingin kami ajak membuat kesepakatan perdagangan bebas,” ujarnya.
Meski demikian, Carney mengatakan masih terdapat sejumlah bagian dari perundingan sebelumnya yang sebenarnya dapat memberikan keuntungan bagi kedua negara sebelum negosiasi terhenti.
Ketegangan terbaru terjadi setelah Presiden Donald Trump kembali melancarkan serangkaian sindiran terhadap Kanada.
Trump bahkan mengusulkan perubahan nama Danau Ontario menjadi “Lake America” dan terus melontarkan komentar mengenai Kanada melalui media sosial.