PM Inggris: Brexit lebih banyak bawa kerugian daripada keuntungan

calendar_today 30.09.2026 - person  - timer ~

London (ANTARA) - Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, Selasa (29/9), mengatakan bahwa dia akan "memaparkan kepada publik" berbagai opsi mengenai hubungan jangka panjang Inggris dengan Uni Eropa (EU), berargumen bahwa Brexit "lebih banyak membawa kerugian daripada keuntungan."

Ketika berpidato di Konferensi tahunan Partai Buruh di Liverpool, Burnham menyatakan bahwa Inggris tidak mungkin memiliki "arah yang jelas yang kita butuhkan untuk sisa abad ini" tanpa menentukan hubungan masa depannya dengan EU, yang dia gambarkan sebagai "pasar terbesar kita."

Inggris keluar dari EU pada 2020, empat tahun setelah referendum di mana sekitar 52 persen pemilih memutuskan untuk keluar.

Perdana menteri tersebut mengatakan akan memanfaatkan kesempatan di sekitar waktu pertemuan puncak itu untuk memaparkan pilihan-pilihan yang tersedia bagi Inggris.

"Ada berbagai opsi, dan saya akan melihat apakah kita bisa mencapai konsensus mengenai salah satunya, yang akan memberikan kejelasan tentang posisi kita dan masa depan benua tempat kita tinggal ini," katanya.

Burnham juga mengumumkan bahwa manifesto Partai Buruh berikutnya akan memuat komitmen untuk mengubah sistem pemilihan umum Inggris.

Dia mengatakan sedang membentuk "komisi nasional baru untuk reformasi pemilu" dan mengundang semua partai politik untuk berpartisipasi dalam kinerjanya.

"Dalam beberapa tahun terakhir, Anda telah dua kali memberikan suara untuk mendukung reformasi pemilu. Saya mendengar aspirasi Anda, dan saya sependapat dengan Anda," kata Burnham.

"Kami akan mengikuti pemilihan umum berikutnya dengan komitmen manifesto untuk mengubah sistem pemilu agar suara setiap orang diperhitungkan dan suara setiap orang didengar," tambahnya.

'Mungkin harus menanggung konsekuensi politik'

Burnham berjanji untuk membawa Inggris "ke jalur baru" dan memaparkan kebijakan terkait air, perumahan, energi, dan pendidikan.

"Saat kita bergerak bersama sebagai satu kesatuan, tidak ada hal yang tidak bisa kita lakukan. Hari ini, kita mengakhiri satu dekade perpecahan. Kita berhenti terus-menerus membaca kabar negatif yang menjelek-jelekkan Inggris. Dan kita membawa negara ini ke jalur yang baru," ujarnya.

Dia mengakui bahwa dirinya "mungkin harus menanggung konsekuensi politik" atas pengumuman tersebut, namun mengatakan bahwa "harus ada seseorang yang berani melewati masa sulit dan mengambil langkah tegas yang mungkin menyakitkan itu."

'Air adalah simbol dari apa yang salah dengan Inggris'

Burnham mengatakan Menteri Lingkungan Hidup Angela Eagle akan mengajukan "RUU Air yang diperkuat," termasuk pencabutan "larangan ideologis Margaret Thatcher terhadap kepemilikan publik atas perusahaan air."

"Air adalah simbol dari apa yang salah dengan Inggris," katanya, seraya mengkritik pembuangan limbah, harga yang tinggi, dan masalah infrastruktur.

Namun, dia tidak mengumumkan rencana untuk menasionalisasi perusahaan air mana pun secara spesifik.

Perumahan, energi, dan pendidikan

Burnham mengatakan pemerintah dapat mengajukan undang-undang yang mempermudah pengambilan kembali rumah dari pemilik properti yang lalai.

Dia juga berjanji untuk menurunkan harga energi dan meminta menteri energi untuk mempercepat upaya memisahkan harga energi ramah lingkungan dari harga gas.

Terkait pendidikan, dia berjanji untuk "membangun kembali sistem pendidikan komprehensif di negara ini dengan kesetaraan antara jalur akademik dan teknis."

Burnham mengkritik arah politik yang diambil sejak 1980-an, dengan mengatakan: "Perumahan, air, energi, transportasi, layanan perawatan, layanan kesehatan -- semuanya dipecah dan dijual."

"Kelompok kanan Inggris berbicara tentang mengambil kembali kendali. Jangan biarkan mereka lupa, merekalah yang justru melepaskan kendali itu sejak awal," katanya.

Pertumbuhan dan aturan fiskal

Burnham mengatakan strategi ekonominya akan melibatkan nasionalisasi dan devolusi, berargumen bahwa kendali yang lebih besar atas layanan-layanan penting dapat membantu menciptakan kondisi bagi pertumbuhan bisnis.

Dia menegaskan bahwa pemerintah akan tetap mematuhi aturan fiskalnya "untuk menurunkan angka pinjaman utang."

Perdana menteri tersebut mengatakan partai akan mempertahankan komitmen manifesto pemilihan umum 2024 untuk tidak melakukan perubahan pada periode saat ini, sementara perubahan dapat dipertimbangkan jika Partai Buruh tetap berkuasa setelah pemilihan umum 2029.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Pakar: Uni Eropa belum tentu akan terima Inggris kembali

Baca juga: PM Inggris kunjungi Jerman dan Paris perbaiki hubungan usai Brexit

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.