AKURAT.CO Pluang memperkenalkan Pluang Agentic Trading, fitur yang memungkinkan investor ritel di Indonesia menghubungkan asisten kecerdasan buatan seperti ChatGPT, Claude dari Anthropic, dan Gemini dari Google dengan akun investasi mereka.
Melalui fitur ini, pengguna dapat meminta AI melakukan riset, menganalisis portofolio, membaca data pasar, hingga membantu mengeksekusi transaksi melalui percakapan natural. Namun, transaksi tidak dapat dilakukan secara otomatis oleh AI karena setiap order tetap membutuhkan konfirmasi manual dari pengguna sebelum dieksekusi.
Fitur tersebut saat ini masih berada dalam tahap Beta terbatas dan hanya tersedia bagi pengguna yang masuk dalam daftar whitelist. Pluang menargetkan akses publik yang lebih luas pada pertengahan Agustus 2026. Perusahaan menyebut inovasi ini sebagai upaya menggabungkan kemampuan analisis AI dengan akses langsung ke platform investasi dalam satu ruang percakapan.
Director of Marketing & Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan, mengatakan Agentic Trading dikembangkan untuk memperluas akses terhadap kemampuan analisis dan eksekusi investasi.
"Selama ini, analisis investasi berkualitas tinggi hanya menjadi hak istimewa segelintir orang, mereka yang berada di institusi finansial profesional, memiliki akses langganan riset mahal, atau berada di pusat finansial. Pluang Agentic Trading mendobrak batasan tersebut. Kini, investor di Jayapura atau Jember memiliki kekuatan analisis dan eksekusi yang setara dengan investor di Jakarta, atau bahkan di Singapura atau Hong Kong,” ujar Andreas.
Berbeda dengan AI yang hanya memberikan rekomendasi atau wawasan, Agentic Trading memungkinkan asisten AI mengambil tindakan berdasarkan instruksi pengguna. Setelah akun terhubung, pengguna dapat meminta AI meninjau aset dan saldo, menganalisis kondisi pasar, melakukan backtest strategi, merangkum laporan keuangan atau prospektus, hingga menyiapkan transaksi beli dan jual.
Pluang menyebut fitur tersebut mendukung sejumlah kelas aset, mulai dari saham Amerika Serikat, saham Indonesia, emas, aset kripto, hingga Crypto Futures. Pengguna juga dapat menggunakan perintah bahasa sehari-hari untuk melakukan Market Order maupun Limit Order, tetapi seluruh transaksi tetap harus melewati tahap persetujuan pengguna.
Fitur ini dibangun di atas Aura AI, fitur analisis AI bawaan Pluang. Perusahaan menyatakan pendekatan tersebut memungkinkan proses riset, analisis, dan eksekusi dilakukan dalam satu sesi percakapan sehingga pengguna tidak perlu terus berpindah antara berbagai sumber informasi dan aplikasi trading.
Pluang menegaskan bahwa Agentic Trading berbeda dengan konsep robot trading otomatis. Sistem menggunakan prinsip “Propose → Confirm → Execute”, sehingga AI hanya mengusulkan tindakan berdasarkan instruksi pengguna, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan investor.
Setiap transaksi membutuhkan konfirmasi manual dan tidak dapat dieksekusi tanpa persetujuan pengguna. Pluang juga menerapkan batas pengeluaran per order, per hari, dan berdasarkan kelas aset yang dikunci dari sisi server. Selain itu, setiap order dilengkapi token sekali pakai berbatas waktu untuk membantu mencegah transaksi ganda.
Perusahaan juga menyebut penerapan mekanisme anti-prompt injection. Data eksternal yang dibaca AI diperlakukan sebagai informasi, bukan instruksi, sehingga sistem dirancang untuk mengurangi risiko manipulasi yang dapat memengaruhi proses eksekusi transaksi.
Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas, mengatakan tantangan utama teknologi tersebut bukan sekadar membuat AI mampu memasang order, tetapi memastikan transaksi tidak dilakukan secara keliru atau tanpa izin. “Tantangan terbesarnya bukanlah bagaimana membuat AI bisa memasang order, melainkan bagaimana membangun sistem pengaman yang dapat mencegah AI melakukan transaksi yang salah atau tanpa izin,” jelas Claudia.
Pluang juga mengingatkan bahwa hasil analisis yang dihasilkan melalui asisten AI berasal dari model AI yang digunakan, bukan dari Pluang. Output tersebut dapat mengandung kesalahan, keterlambatan, kelalaian, maupun estimasi probabilistik. Karena itu, investor tetap perlu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Saat ini, Pluang Agentic Trading masih tersedia secara terbatas melalui sistem whitelist. Akses publik secara luas ditargetkan hadir pada pertengahan Agustus 2026. Pengguna yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut dapat mengakses informasi fitur melalui platform resmi Pluang.