Banjarbaru (ANTARA) - PT PLN (Persero) menargetkan sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mulai berangsur pulih pada pekan pertama Agustus 2026 setelah mempercepat perbaikan sejumlah unit pembangkit yang mengalami gangguan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Iwan Soelistijono, menyebut, seluruh personel bersama pengelola pembangkit bekerja tanpa henti guna mempercepat penyelesaian pekerjaan pada unit pembangkit yang mengalami gangguan.
"Saat ini seluruh tim bekerja tanpa henti bersama pengelola pembangkit untuk mempercepat proses perbaikan di setiap unit yang mengalami gangguan," ujar Iwan melalui keterangan tertulis yang diterima di Banjarbaru, Selasa.
Ia menjelaskan, gangguan terjadi pada generator PLTU Asam-Asam, serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP) sehingga menyebabkan berkurangnya kemampuan pasok sistem sehingga berdampak pada terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalselteng.
Menurut Iwan, PLN terus memperkuat koordinasi teknis dengan seluruh pemangku kepentingan agar setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja dan kualitas perbaikan.
"Melihat progres saat ini, kami targetkan kondisi sistem kelistrikan Kalselteng mulai berangsur pulih pada Minggu pertama Bulan Agustus 2026, seiring unit-unit pembangkit kembali beroperasi secara bertahap setelah seluruh tahapan pengujian dinyatakan aman," ucapnya.
Dijelaskan, selama proses pemulihan berlangsung, PLN tetap menjaga keamanan Sistem Interkoneksi Kalimantan melalui pengaturan beban terbatas dan terukur pada sejumlah wilayah guna menjaga stabilitas sistem sekaligus memberikan ruang bagi proses perbaikan unit pembangkit.
Iwan menambahkan PLN juga terus memantau perkembangan pekerjaan di setiap lokasi pembangkit dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.
Di sisi lain, PLN mengajak masyarakat berpartisipasi menjaga keandalan sistem kelistrikan menggunakan listrik secara bijak, terutama pada beban puncak pukul 18.00 hingga 21.00 WITA dan mengimbau mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta mengoptimalkan penggunaan peralatan hemat energi.
"Kami berterima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh pelanggan. Partisipasi masyarakat menggunakan listrik efisien akan membantu menjaga keseimbangan sistem selama proses pemulihan berlangsung dan kami berkomitmen mengerahkan seluruh sumber daya terbaik agar pasokan listrik segera kembali normal," kata Iwan.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dialami pelanggan akibat terganggunya pasokan listrik serta memastikan seluruh personel di lapangan terus bekerja maksimal hingga seluruh unit pembangkit kembali beroperasi normal.
Sementara itu, proses percepatan pemulihan terus dilakukan di PLTU Asam-Asam, di antaranya melalui pekerjaan pull out komponen rotor generator yang mengalami gangguan serta inspeksi komponen stator generator sebagai bagian dari tahapan perbaikan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.