Jumat, 7 Agustus 2026 15:48 WIB
Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan pada PLTA Orya Genyem, Kabupaten Jayapura, Papua (ANTARA/HO- PLN UIK Papua)
Jayapura (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Papua dan Papua Barat bersama PT PLN Nusantara Power melakukan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Orya Genyem untuk mendukung keandalan pasokan tenaga listrik di Papua.
Manajer PLN UPK Papua dan Papua Barat Nova Ardyanto di Jayapura, Jumat, mengatakan PLTA Orya Genyem memiliki peran penting dalam mendukung kontinuitas pasokan listrik di Sistem Jayapura karena menjadi salah satu pembangkit berbasis energi baru terbarukan.
"Pemeliharaan yang kami lakukan ini merupakan salah satu langkah untuk menjaga keandalan pembangkit sehingga masyarakat Papua memperoleh layanan kelistrikan yang optimal, terutama menjelang HUT Ke-81 Republik Indonesia," katanya.
Menurut Nova, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN untuk memastikan PLTA Orya Genyem tetap beroperasi secara optimal sebagai salah satu pembangkit yang memasok kebutuhan listrik di Sistem Jayapura.
"Seluruh pekerjaan pemeliharaan dilakukan melalui sinergi PLN Group dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu," ujarnya.
Dia menjelaskan pemeliharaan diawali dengan inspeksi dan evaluasi teknis terhadap mesin pembangkit guna mengidentifikasi kondisi peralatan.
"Guna menjaga keandalan operasional maka pembangkit perlu terus dijaga melalui pemeliharaan berkala sehingga mampu memberikan pasokan listrik yang stabil dan andal bagi pelanggan," katanya lagi.
Dia menambahkan pemeliharaan PLTA Orya Genyem merupakan bagian dari upaya PLN dalam memastikan sistem kelistrikan di Papua tetap andal, sekaligus mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat secara berkelanjutan.
"Kapasitas PLTA Orya Genyem sendiri memiliki 20 MW yang terbagi dalam dua unit pembangkit atau sebesar 2x10 MW," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026