PLN Nabire kurangi ketergantungan BBM melalui energi terbarukan - ANTARA News Papua Tengah

calendar_today 26.09.2026 - person  - timer ~

Nabire (ANTARA) - PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire menyiapkan strategi mengurangi ketergantungan pembangkit listrik berbahan bakar minyak dengan mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan Nabire.

Asisten Manajer Perencanaan PLN UP3 Nabire Alfonso Hasian di Nabire, Sabtu, mengatakan strategi tersebut menjadi bagian dari peta jalan pengembangan energi terbarukan PLN pada 2026–2030.

“Salah satu strategi yang disiapkan ialah mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan Battery Energy Storage System (BESS) untuk mengurangi operasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), terutama pada siang hari,” katanya.

Ia menjelaskan, listrik yang dihasilkan PLTS pada siang hari akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Energi yang tidak langsung digunakan dapat disimpan dalam BESS untuk kemudian dimanfaatkan saat beban meningkat pada malam hari.

“Substitusi operasional PLTD di siang hari ini akan mengurangi tingkat pembakaran BBM secara drastis,” katanya.

Menurutnya, pola tersebut memungkinkan energi surya mengambil sebagian beban sistem pada siang hari, sementara baterai menyediakan pasokan ketika produksi PLTS tidak tersedia.

Untuk sistem kelistrikan Nabire, PLN mendapat alokasi PLTS berkapasitas 18 megawatt-peak (MWp) yang merupakan bagian dari program nasional pengembangan PLTS. Pembangkit tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.

Selain tenaga surya, PLN menyiapkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) Kalibumi sebagai sumber energi terbarukan lainnya dalam sistem Nabire.

PLTMH Kalibumi dirancang memiliki kapasitas awal 6,3 MW dengan potensi pengembangan hingga 10 MW dan ditargetkan rampung pada 2030.

Ia mengatakan PLTMH Kalibumi memiliki nilai strategis karena dapat menjadi sumber energi terbarukan yang menopang beban dasar sistem kelistrikan secara berkelanjutan.

“PLTMH ini memiliki nilai strategis sebagai energi baru terbarukan murni yang menjadi penopang baseload permanen,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan juga berpotensi menekan biaya pokok penyediaan listrik karena mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar minyak.

Namun, pengembangan PLTS menghadapi tantangan penyediaan lahan. Untuk pembangunan PLTS 18 MWp, PLN membutuhkan sedikitnya 18 hektare lahan yang bebas sengketa dan memiliki status yang jelas.

Karena itu, PLN membutuhkan dukungan pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan lahan agar pengembangan energi terbarukan di Nabire dapat direalisasikan sesuai rencana.

Pengembangan PLTS-BESS dan PLTMH tersebut menjadi bagian dari upaya PLN mengubah bauran energi sistem kelistrikan Nabire sekaligus mendukung pengurangan emisi dan target transisi energi nasional.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.