PLN Nabire antisipasi defisit listrik ibu kota Papua Tengah - ANTARA News Papua Tengah

calendar_today 26.09.2026 - person  - timer ~

Nabire (ANTARA) - PT. PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire mengantisipasi ancaman defisit listrik seiring meningkatnya kebutuhan energi di Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah.

Asisten Manajer Perencanaan PLN UP3 Nabire Alfonso Hasian di Nabire, Sabtu, mengatakan sistem kelistrikan Nabire saat ini memiliki daya mampu 42,43 megawatt (MW) dengan beban puncak mencapai 29,30 MW.

“Secara kasat mata memperlihatkan adanya cadangan daya sebesar 13,13 MW. Namun itu hanya sebagai "ilusi keamanan", karena cadangan tersebut dapat berkurang signifikan apabila pembangkit mengalami gangguan,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam kondisi Sistem N-1, ketika pembangkit terbesar PLN Nabire berkapasitas 9,73 MW keluar dari sistem akibat terjadi gangguan, maka cadangan daya riil normatif Nabire hanya tersisa sekitar 1,38 MW.

“Kondisi ini menjadi titik kritis yang membutuhkan kecepatan dalam penyediaan energi tambahan,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan mengingat pembangunan Nabire sebagai ibukota provinsi Papua Tengah semakin pesat dan membutuhkan ketahanan energi listrik yang mumpuni.

Saat ini, Pemprov tengah melakukan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Papua Tengah diperkirakan membutuhkan daya listrik sekitar 6 MW.

Selain kebutuhan KIPP, PLN juga mencatat 43 calon pelanggan potensial yang sebagian besar bagian dari proyek strategis pemerintah dengan kebutuhan daya mencapai 7,64 MW.

Calon pelanggan tersebut antara lain Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat yang membutuhkan dukungan pasokan listrik untuk menunjang operasionalnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan beban dalam jangka pendek, PLN UP3 Nabire menyiapkan tambahan mesin sewa sebagai sumber daya sementara pada 2026.

Langkah tersebut dilakukan sambil menyiapkan pembangunan pembangkit baru yang dapat memenuhi kebutuhan sistem kelistrikan Nabire dalam jangka panjang.

PLN merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nabire-3 berkapasitas 10 MW yang ditargetkan beroperasi pada 2030.

Menurutnya, PLTMG tersebut dirancang dengan konfigurasi beberapa unit berkapasitas sekitar 4,1 MW sehingga gangguan pada satu unit tidak langsung menyebabkan kehilangan kapasitas pembangkit dalam jumlah besar.

Ia mengatakan pertumbuhan kebutuhan listrik perlu diantisipasi sejak awal agar peningkatan aktivitas pemerintahan dan pembangunan di Nabire tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap sistem kelistrikan.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.