Kamis, 30 Juli 2026 19:56 WIB
Ketua TP PKK Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin foto bersama dengan para perajin anyaman rotan di wilayah Kecamatan Gunung Purei, Selasa (28/7/2026). ANTARA/HO-Diskominfosandi Barito Utara
Muara Teweh (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara,Kalimantan Tengah, memperkuat indentitas budaya dan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perajin anyaman rotan dengan perlindungan desain melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
"Kita ingin karya-karya para perajin Barito Utara memiliki perlindungan hukum melalui HAKI sehingga identitas budaya daerah tetap terjaga, memiliki nilai tambah, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," kata Ketua TP PKK Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin di Muara Teweh, Kamis.
Hal itu disampaikan Maya Savitri usai mengunjungi sentra perajin anyaman rotan di Kecamatan Gunung Purei.
Menurut dia, produk lokal harus menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para perajin.
Anyaman rotan Barito Utara, kata dia, tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan dikembangkan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
"Kami harapkan para perajin mampu mengatasi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari pemasaran produk hingga perlindungan terhadap motif dan desain khas daerah melalui HAKI," kata dia.
Maya mengatakan, penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui peningkatan kualitas produk, tetapi juga perlu didukung legalitas usaha, perlindungan kekayaan intelektual, promosi yang berkelanjutan, serta pengembangan merek agar produk daerah memiliki posisi yang kuat di pasar.
"Kami ingin para pengrajin semakin percaya diri mengembangkan usahanya. Pemerintah daerah bersama TP PKK akan terus mendorong pendampingan agar produk-produk unggulan Barito Utara semakin dikenal dan memiliki daya saing yang tinggi," tambahnya.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, budayawan dan penulis Kalimantan Tengah, Sepmiwawalma, yang saat ini tengah menyusun biografi Maya Savitri Shalahuddin. Selain mendokumentasikan perjalanan kepemimpinan Ketua TP PKK Barito Utara, ia juga menginventarisasi berbagai potensi UMKM, kerajinan, dan kekayaan budaya daerah.
Sepmiwawalma mengatakan kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Gunung Purei merupakan aset berharga yang perlu didokumentasikan sekaligus diwariskan kepada generasi mendatang.
"Setiap motif anyaman rotan memiliki cerita, filosofi, dan identitas masyarakat Dayak. Karena itu, selain didokumentasikan dalam karya tulis, motif-motif tersebut juga perlu memperoleh perlindungan hukum agar tidak mudah diklaim pihak lain. Budaya harus menjadi sumber kebanggaan sekaligus kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia berharap dokumentasi budaya yang sedang disusunnya dapat menjadi referensi sekaligus media promosi untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif Barito Utara kepada masyarakat yang lebih luas.
Kunjungan tersebut juga diikuti Christine Elevin (Echo), pemilik Moneng Galeri Palangka Raya yang dikenal sebagai pelaku UMKM dan pegiat pelestarian wastra Kalimantan Tengah. Dalam kesempatan itu, ia berbagi pengalaman mengenai pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual terhadap produk kerajinan.
"HAKI bukan hanya memberikan perlindungan hukum, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pasar dan nilai ekonomi sebuah produk. Saya berharap para perajin rotan di Gunung Purei mulai mendaftarkan motif dan desain khas mereka agar memiliki identitas yang kuat sekaligus menjadi kekayaan intelektual milik Barito Utara," ujar Christine.
Ia juga mendorong para perajin untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal sehingga produk anyaman rotan mampu mengikuti perkembangan pasar modern.
Baca juga: Pemkab Barut tingkatkan budaya literasi melalui lomba bertutur pelajar
Melalui kunjungan tersebut, Maya Savitri berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, pelaku UMKM, budayawan, akademisi, serta pegiat ekonomi kreatif terus diperkuat guna memperluas promosi, melindungi kekayaan intelektual daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Pewarta : Kasriadi
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.