Baca Juga: Lama Vakum usai Menikah, Titi Rajo Kangen Syuting Film
Namun, mengurus urusan rumah tangga rupanya memberikan tantangan tersendiri bagi Titi. Ia mengungkapkan bahwa rutinitas di rumah justru menguras stamina dan waktu jauh lebih banyak dibandingkan masa-masa ia aktif berkarier.
"Iya, jadi sekarang tuh saya sibuk jadi konten domestik yang ternyata lebih melelahkan daripada bekerja seperti dulu," ungkap Titi Rajo saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Kamis (13/8/2026).
Merespons pandangan sebagian masyarakat yang kerap menganggap pekerjaan rumah tangga adalah hal yang mudah, Titi secara tegas menepis stigma tersebut.
Menurutnya, tanggung jawab mengurus keluarga memerlukan perhatian mendalam tanpa henti dari hal terkecil hingga terbesar.
"Karena mungkin banyak orang pikir 'wah, istri di rumah mah enak dong tinggal duduk-duduk.' Ternyata dari A sampai Z, dari urusan makanan, ujung kaki ujung kepala, atas bawah semua saya yang urus," tambahnya.
Pengalaman memegang kendali penuh atas kebutuhan domestik ini mengubah sudut pandang Titi secara signifikan. Ia menyadari bahwa jam kerja seorang ibu rumah tangga pada dasarnya tidak terbatas dan tanpa jeda libur.
Hal itu membuatnya menaruh rasa hormat yang sangat tinggi kepada para wanita yang memilih jalan serupa.
"Jadi saya ngerasa, wah apresiasi banget buat ibu rumah tangga karena kerjanya enggak kalah sulit dan enggak ada hentinya dibanding kita yang kerja di dunia entertainment," tegas Titi.
Keputusan Titi untuk mengurangi dinamika di panggung hiburan bukan tanpa alasan.
Langkah tersebut diambil atas kesepakatan bersama sang suami yang berprofesi sebagai seorang pengusaha dengan kesibukan yang cukup padat.
Baca Juga: Gara-Gara Peyek, Titi Rajo Bintang - Aisyahrani Saling Sindir di Medsos
Demi memastikan tumbuh kembang anak-anak terpantau dengan baik, Titi pun bersedia mengambil peran utama di rumah.
"Akhirnya aku memutuskan untuk di rumah dulu karena suamiku yang sekarang kan dia pengusaha, jadi suamiku tuh pengennya aku tuh lebih fokus di rumah dulu. Jadi misalnya kalau aku kerja juga kan, siapa yang urus anak?" jelasnya.
Menutup perbincangan, Titi menegaskan bahwa transisi ini merupakan bentuk penyesuaian prioritas hidup.
Jika dahulu bekerja adalah sebuah keharusan, kini ia berada pada fase di mana ia bisa secara sadar memilih kenyamanan dan kebutuhan keluarganya terlebih dahulu.
"Kalau dulu kan emang harus kerja, kalau sekarang tuh aku lebih memilih 'oke, ganti lifestyle, aku sekarang di rumah tangga dulu, urus anak,'" pungkas Titi Rajo.