AKURAT.CO Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan PIK2 menjadi tujuan pembelajaran internasional.
Sebanyak 27 mahasiswa magister dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, mengunjungi kawasan tersebut untuk mempelajari pengembangan proyek konstruksi dan perencanaan kawasan terpadu.
Kunjungan akademik yang berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, itu melibatkan mahasiswa program Master of Science in Integrated Construction Project Management.
Mereka datang untuk melakukan survei lapangan sekaligus mengumpulkan data proyek sebagai bagian dari tugas Integrated Simulation Project.
Berbeda dengan kunjungan wisata pada umumnya, rombongan mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memahami proses pengembangan kawasan, mulai dari perencanaan infrastruktur hingga pengelolaan lingkungan.
Rangkaian kegiatan dimulai di Signature Gallery PIK2. Di lokasi ini, para mahasiswa menyaksikan pemaparan melalui video mengenai perkembangan kawasan PIK dan PIK2.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi berlangsung.
Para mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan untuk menggali informasi mengenai konsep pembangunan dan pengelolaan proyek di kawasan tersebut.
Setelah mendapatkan gambaran umum, rombongan melanjutkan perjalanan ke sejumlah lokasi pengembangan.
Pantai Indah Kapuk (PIK) dan PIK2 menjadi tujuan pembelajaran internasional.
Mereka melihat Spike Air Dome, Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Little Siam, Indonesia Design District (IDD), hingga CBD Beachwalk.
Perjalanan juga mencakup kawasan Riverwalk Island PIK, termasuk Kelenteng Tian Fu Gong, sebelum berakhir di Masjid Al-Ikhlas PIK.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai berbagai fungsi kawasan yang dikembangkan, mulai dari fasilitas bisnis, pusat pameran, ruang komersial, hingga sarana keagamaan.
Dosen pendamping rombongan menilai kunjungan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas karena mahasiswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai desain dan perencanaan proyek.
“Kami bukan hanya melihat desain dan perencanaannya, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai dampak lingkungan serta perencanaan mitigasi bencana yang sangat baik,” ujarnya, Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla, Satgas Udara hingga Darat Dikerahkan