Pidie Jaya prioritas pemulihan tambak masyarakat terdampak bencana - ANTARA News Aceh

calendar_today 03.09.2026 - person  - timer ~

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, memprioritaskan pemulihan tambak masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi guna membangkitkan perekonomian masyarakat.

"Pemkab Pidie Jaya memprioritaskan pemulihan atau normalisasi tambak masyarakat terdampak bencana. Tujuan untuk mempercepat pemulihan perekonomian masyarakat pascabencana," kata Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi di Pidie Jaya, Kamis.

Berdasarkan data, luas tambak terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya mencapai 1.700 hektare. Dari total luas tersebut, seluas 745 hektare di antaranya rusak ringan, 300 hektare lainnya rusak berat. Selebihnya rusak sedang.

Beberapa kawasan tambak yang menjadi prioritas pemulihan, kata dia , termasuk di kawasan Dayah Kleng, Gampong Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu.

Hasil peninjauan di kawasan Dayah Kleng, menunjukkan areal tambak di wilayah tersebut mengalami sedimentasi lumpur dalam jumlah cukup besar. Serta terdapat bagian tanggul yang mengalami kerusakan.

"Kondisi ini membuat tambak tidak dapat langsung digunakan untuk budi daya hanya dengan intervensi benih. Normalisasi, pembersihan endapan, perbaikan tanggul serta pembenahan saluran pengairan menjadi tahapan penting sebelum tambak kembali dioperasikan," katanya.

Berdasarkan pemaparan di lapangan, satu petak tambak di kawasan Dayah Kleng memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi. Dengan luas tersebut dibutuhkan waktu pemulihan berkisar dua hingga tiga hari untuk setiap petak. Termasuk, menyesuaikan kondisi sedimentasi dan kerusakan.

Kemudian, pembersihan rumput serta material organik juga menjadi bagian dari pekerjaan untuk menjaga kualitas air. Material organik yang menumpuk dan membusuk dalam jumlah besar dapat meningkatkan kadar amonia dan berpengaruh terhadap lingkungan budidaya.

"Kami juga mendorong dinas terkait agar pemulihan tambak tidak hanya berorientasi pada pengerukan tambak. Normalisasi dasar tambak, penguatan tanggul, serta memastikan jaringan pengairan berfungsi dengan baik agar intervensi budi daya nantinya benar-benar efektif," katanya

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin pemulihan berhenti pada perbaikan infrastruktur, tetapi diarahkan hingga lahan tambak kembali berproduksi dan memberikan pendapatan bagi masyarakat. 

"Normalisasi tambak diharapkan menjadi langkah konkret untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat pesisir pascabencana," kata Sibral Malasyi.
 

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.