Magetan (ANTARA) - Petugas gabungan dari Perhutani KPH Lawu Ds, Polres Magetan dan TNI setempat bekerja sama berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lereng Gunung Lawu di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Wakil Administratur Perhutani KPH Lawu Ds, Hermawan di Magetan, Senin, mengatakan titik api pertama kali diketahui warga pada pagi hari yang diperkirakan ada di kawasan hutan petak 50+A RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan wilayah KPH Lawu Ds.
"Menurut informasi dari rekan-rekan, titik api awal terlihat sekitar pukul tujuh pagi. Segenap petugas BKPH Lawu Selatan bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga lalu merapat ke lokasi titik api dan berupaya memadamkan," ujarnya.
Di lokasi, petugas gabungan dan masyarakat memadamkan api dengan cara manual, yakni dengan menggunakan ranting pohon. Selain itu, petugas juga membuat ilaran, yakni parit penyekat api di sekitar lokasi titik api agar tidak menjalar ke kawasan lain.
Hermawan menjelaskan vegetasi yang terbakar merupakan kawasan hutan pinus dengan semak dan material kering di bawah tegakan. Kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu faktor yang menyulitkan pengendalian api.
"Tanaman yang terbakar adalah jenis pinus dan di bawahnya ada rayutan serta ilalang. Kondisi angin memang menjadi kendala, namun hingga sore api sudah dapat dikendalikan. Meski demikian, petugas masih bersiaga," katanya.
Petugas juga mengingatkan warga di tepian hutan agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan selama kondisi kering di puncak musim kemarau. Sementara terkait penyebab kebakaran kali ini, pihak Perhutani masih melakukan penyelidikan.
Sementara itu, Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo menambahkan titik api di wilayah Kecamatan Panekan mulai berhasil diatasi. Pemadaman dan pengendalian dilakukan secara bersama-sama oleh BPBD, TNI, pemerintah daerah, PMI, relawan serta warga lainnya.
Meski demikian, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Sejumlah personel masih bertahan di kawasan atas untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala karena tiupan angin kencang.
"Yang bertahan tinggal beberapa orang untuk memastikan bahwa titik api sudah benar-benar padam," kata Dodik.
Ia menegaskan vegetasi yang terbakar berupa pohon pinus yang ada di kawasan hutan pemerintah dan hutan rakyat.
Hingga Senin sore, kondisi api di sisi Magetan telah terkendali. Pengawasan dan penyisiran terus dilakukan untuk mencegah api kembali membesar maupun meluas ke kawasan hutan di wilayah Kabupaten Ngawi. Adapun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penelusuran oleh pihak terkait.
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.