Pontianak (ANTARA) - Perhelatan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 memasuki hari keempat. Setelah sebelumnya dimulai dari Kota Khatulistiwa Pontianak selama satu hari, kemudian melanjutkan ke Kota Amoy, Singkawang, selama dua hari, kini saatnya mengeksplorasi kuliner dan wisata di Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu (18/7/2026).
Peserta yang terdiri atas anak muda generasi Z dengan latar belakang mahasiswa, konten kreator, hingga lainnya, semakin antusias menggaungkan misi-misi QJI 2026. Kegiatan ini mengangkat tema kuliner yang sarat akan kearifan lokal dalam kerangka mendorong akseptasi dan digitalisasi sistem pembayaran, khususnya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kalbar.
Agenda di Sungai Kakap diawali dengan peserta berkumpul sekaligus mengunjungi Kelenteng Tri Dharma yang terletak sangat strategis di pusat keramaian, tepatnya di tengah pasar, pelabuhan ikan bagi nelayan, serta pusat kuliner di Sungai Kakap. Aktivitas dokumentasi video melalui kamera ponsel dan perangkat lainnya dari masing-masing kelompok pun dimulai. Namun, lokasi tersebut baru merupakan permulaan. Misi selanjutnya disampaikan secara terperinci mengenai apa dan di mana tempat yang akan dikunjungi.
Tepat pukul 12.30 WIB, peserta QJI 2026 mengunjungi tempat produksi kerupuk milik Kak Anai, sapaan warga setempat kepadanya. Peserta yang didampingi pemandu wisata dari Kelompok Wisata Sungai Kakap mendengar langsung, melihat, serta mengambil video proses pembuatan kerupuk dengan merek Bakul Laut.
Kak Anai merupakan generasi pertama yang memproduksi kerupuk berbahan baku ikan jenis hiu dan malong. Usaha yang dirintis sejak tahun 1980-an tersebut hingga kini mampu memproduksi hingga 1 ton per bulan. Namun, saat permintaan tinggi, produksi bisa melebihi angka tersebut, atau sebaliknya. Pasar produknya tidak hanya mencakup Kubu Raya, Kota Pontianak, atau Kalbar, tetapi juga sudah merambah ke negara tetangga.
Dari tempat produksi kerupuk ikan, peserta QJI 2026 mendapatkan pengetahuan tentang proses usaha, konsistensi, pemberdayaan masyarakat, hingga upaya mengangkat potensi ekonomi lokal untuk berkontribusi memajukan daerah.
Setelah dari tempat Kak Anai, peserta QJI 2026 melanjutkan perjalanan ke tempat kuliner Warung Pak Tie yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi pembuatan kerupuk ikan tersebut. Berada di pinggir Sungai Kakap dengan pemandangan kapal nelayan, Kelenteng Tri Dharma, dan Jembatan Bintang Tujuh, Warung Pak Tie kini semakin ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan luar. Meskipun lokasi usahanya terbilang sederhana, layaknya warung kuliner pada umumnya, dari segi rasa patut mendapat nilai 9/10. Dengan menu andalan mi tiaw, nasi goreng, udang dongkol rebus, dan lainnya, tempat ini mampu menjadi magnet bagi pengunjung untuk datang makan.
Destinasi selanjutnya, peserta QJI menuju Kedai Amoi yang lokasinya berdekatan dengan dua tujuan sebelumnya, tepat di samping Jembatan Bintang Tujuh. Kedai Amoi, sang legenda kuliner di Sungai Kakap, menyajikan beragam menu lezat mulai dari ciam bie ie, kwetiau, bihun, hingga nasi goreng. Jika menyukai makanan berkuah, tersedia juga kwetiau rebus yang segar. Semua hidangan dimasak dengan udang yang selalu segar, ditambah hetiau, telur, serta sayuran sawi dan toge yang melimpah. Soal rasa, tak perlu ditanya lagi, pasti juara dan dijamin bikin ketagihan. Yang terpenting, semua makanan di sini sudah halal, jadi aman dinikmati siapa saja.
Sore pun tiba. Peserta sempat singgah ke Kedai Asam Pedas Muara, lalu rombongan menuju Klenteng Xuan Wu Zhen Tan, salah satu pekong tua yang berada di kawasan Muara Kakap. Untuk mencapai lokasi tersebut, peserta menaiki kapal wisata menyusuri perairan Sungai Kakap sambil menikmati panorama matahari terbenam sore itu. Kelenteng yang berdiri kokoh di tengah laut di perairan Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, sangat menarik untuk dikunjungi dan memberikan kesan tersendiri sehingga bakal sulit dilupakan.
Apresiasi Kreativitas Peserta
Koordinator Utama QJI 2026 Kalbar yang juga merupakan Analis Junior Unit Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Maulana Ryan Nurfadila, mengapresiasi antusiasme dan kreativitas peserta dalam menjalankan misi yang hasilnya berupa konten video. Menurutnya, kreativitas peserta menjadi salah satu kekuatan utama dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi peserta. Konten yang mereka buat inovatif, konsepnya segar, kreatif, dan sangat menarik. Mereka adalah konten kreator, sehingga cara penyampaiannya juga lebih mudah diterima masyarakat," ujarnya di sela-sela mengikuti sejumlah agenda di Sungai Kakap.
Ia menambahkan bahwa hingga hari keempat, peserta tidak hanya mampu memperkenalkan transaksi digital, tetapi juga secara kreatif melalui konten mengangkat potensi wisata, budaya, dan kuliner daerah.
"Pendekatan tersebut membuat edukasi mengenai sistem pembayaran digital tidak terasa menggurui, melainkan menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari masyarakat," jelasnya.
Salah satu peserta dari kelompok Temet, Jaspanita Baro, mengatakan bahwa kelompoknya sangat antusias mengikuti QJI 2026. Sejumlah strategi dibuat agar konten menarik dan kreatif. Mengedepankan edukasi di setiap konten menjadi kunci bagi kelompoknya untuk memenangkan QJI 2026 wilayah Kalbar.
"Kegiatan ini sangat seru dan tentu bagi kami menjadi pengalaman berharga dalam mengenalkan kuliner daerah dan QRIS itu sendiri. Di lapangan, banyak hal yang kami temukan. Secara umum, masyarakat sudah mengenal QRIS dan menggunakannya. Namun, beberapa UMKM di pasar tradisional saja yang perlu dimaksimalkan lagi," paparnya.
Dalam QJI 2026 sendiri, terdapat tujuh tim terpilih yang terdiri atas para konten kreator, mahasiswa aktif, hingga mantan duta daerah (seperti Duta Pelajar dan Duta Putri Kalbar) yang bersaing. Mereka disaring secara ketat dari hampir 100 pendaftar berdasarkan kualitas konten yang positif dan tingkat interaksi yang tinggi di media sosial. Kelompok tersebut yakni Temet, Aoq Gas, Jejak Kapuas, Tiga Rasa Khatulistiwa, Choipay, Kemponan, dan Sipscan. Selama lima hari, dari Rabu hingga Minggu (15–19 Juli 2026), seluruh tim yang masing-masing beranggotakan tiga orang menjelajahi tiga wilayah strategis, yaitu Kota Pontianak, Kota Singkawang, dan Kabupaten Kubu Raya. Puncak QJI sendiri akan digelar pada Minggu, 19 Juli 2026, di Halaman Museum Kalbar.
Pewarta: Dedi
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.