Subang -
BYD resmi mengumumkan beroperasinya fasilitas baru di Subang, Jawa Barat. Presiden Prabowo ternyata titip pesan begini.
Pesan Prabowo itu disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang saat peresmian pabrik di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Agus mengungkap Presiden Prabowo berhalangan hadir pada acara tersebut karena sedang ada tugas negara.
"Pertama-tama yang ingin saya sampaikan adalah, saya menyampaikan salam hormat dari Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo," kata Agus di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Termasuk permohonan maaf dari beliau (Prabowo), beliau tidak bisa hadir dalam acara kita hari ini. Karena beliau juga ada tugas kenegaraan yang cukup penting yang diambil oleh beliau (Prabowo). Walaupun secara fisik beliau tidak bisa hadir di tengah-tengah kita, tapi saya sangat yakin di dalam hati beliau, beliau ada di tengah-tengah kita," kata Agus.
Melalui Agus, Presiden Prabowo juga menitipkan pesan penting terkait arah kebijakan transisi energi nasional, sekaligus keyakinannya terhadap masa depan industri kendaraan listrik di Indonesia.
"Dan beliau memberikan pesan dan juga meyakini bahwa transformasi market menuju green mobility dalam hal ini adalah kendaraan berbasis EV itu harus lebih cepat. Dan beliau sampaikan juga salam untuk pimpinan BYD dan sangat yakin bahwa BYD akan sukses di Indonesia," tambah dia.
Penjualan mobil listrik di dalam negeri memang lagi naik-naiknya. Berdasarkan data wholesales, penjualan listrik sepanjang tahun ini sudah terdistribusi sebanyak 83.758 unit atau naik 88,6 persen dibanding Januari-Juli tahun lalu.
Mobil listrik memang terasa spesial. Pembebasan aturan ganjil-genap, diskon pajak (PKB/BBNKB), serta insentif PPN menjadi daya tarik tambahan yang mendorong konsumen beralih lebih cepat ke mobil tanpa asap tersebut.
Peresmian fasilitas produksi perdana BYD di Indonesia ini menandai babak baru komitmen raksasa otomotif asal China tersebut dalam mendukung percepatan era elektrifikasi di Tanah Air. Dengan skala yang masif, pabrik ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit kendaraan listrik per tahunnya.
Sementara itu, Vice President of BYD Co., Ltd, Liu Xueliang, mengungkapkan rasa bangganya atas perwujudan komitmen jangka panjang BYD di Indonesia. Menurutnya, fasilitas ini merupakan wujud nyata dari mimpi besar yang berhasil diwujudkan bersama.
"Hari ini para hadirin sekalian, dengan disaksikan semua orang di sini, kita sudah membuktikan impian kita bisa terwujudkan. Pabrik 126 hektar dengan kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun," ujar Liu Xueliang.
Selain mendongkrak industri komponen lokal, kehadiran pabrik ini juga membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian melalui penyerapan tenaga kerja. Pada tahap awal operasionalnya, pabrik ini telah mempekerjakan lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan mengatakan pabrik BYD saat ini pabrik memproduksi 10 ribu unit per bulan.
"Perlu diketahui, strategi produk perlu memperhatikan optimalisasi produksi manufaktur. Mungkin secara sederhana memberikan volume yang signifikan, seoptimal mungkin agar diproduksi di fasilitas domestik," kata Luther Panjaitan.
(riar/dry)