Selasa, 14 Juli 2026, 19:38 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Pertumbuhan ekonomi Singapura melambat pada kuartal II 2026. Berdasarkan estimasi awal, Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut tumbuh 5,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 6,3 persen pada kuartal sebelumnya.
Data yang dirilis Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Singapura (MTI) pada Selasa (14/7/2026) juga menunjukkan PDB secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq) setelah penyesuaian musiman tumbuh 1,1 persen. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 1,3 persen pada kuartal I 2026.
Di tengah perlambatan ekonomi secara keseluruhan, sektor manufaktur justru mencatatkan pertumbuhan yang kuat. MTI melaporkan sektor tersebut tumbuh 12,2 persen secara tahunan, meningkat dari 8,0 persen pada kuartal sebelumnya.
Menurut MTI, kinerja positif sektor manufaktur didorong oleh peningkatan produksi pada klaster elektronik dan teknik presisi.
"Peningkatan produksi ini didukung oleh lonjakan permintaan semikonduktor dunia serta peralatan manufaktur semikonduktor yang berkaitan erat dengan ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)," tulis MTI dalam laporan resminya.
Meski demikian, tidak seluruh subsektor manufaktur mencatatkan pertumbuhan positif. Klaster kimia dan biomedis dilaporkan mengalami kontraksi sepanjang kuartal II 2026.
MTI menyebut penurunan pada sektor kimia dipicu gangguan rantai pasok bahan baku global akibat ketegangan dan konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
Estimasi awal PDB kuartal II 2026 tersebut disusun berdasarkan indikator ekonomi selama dua bulan pertama pada periode tersebut. MTI dijadwalkan merilis data PDB yang lebih lengkap dan komprehensif pada Agustus mendatang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat