Sorong (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Sorong, Papua Barat Daya, dalam kondisi aman dengan cadangan stok di tingkat depo yang diperkirakan mencukupi hingga 17 hari ke depan.
Sales Area Manager Pertamina Sorong Arif R Hakim di Sorong, Senin, mengatakan stok tersebut mencakup sejumlah jenis BBM, seperti Pertalite, Pertamax, dan Biosolar.
"Kami pastikan stok di SPBU mencukupi. Cadangan stok di terminal atau depo kami bisa mencapai 17 hari ke depan untuk Pertalite, Pertamax, dan Biosolar," kata Arif usai melaksanakan pertemuan dengan DPR Kota Sorong.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Sorong, termasuk di SPBU Kilo 9, yang mengular hingga ke ruas Jalan Viktori.
Arif memastikan antrean panjang tersebut bukan disebabkan kelangkaan atau pengurangan kuota BBM di SPBU.
Menurut dia, SPBU reguler di Kota Sorong masing-masing mendapatkan kuota sekitar 15 kiloliter (KL) BBM per hari dan kuota tersebut tidak mengalami pengurangan.
"Tidak ada sama sekali pengurangan kuota di SPBU. Kami pastikan tidak ada kelangkaan dan tidak ada kekurangan stok di SPBU," ujarnya.
Ia menduga antrean yang membludak terjadi akibat kepanikan masyarakat setelah beredar sejumlah informasi yang belum dipastikan kebenarannya mengenai pembelian BBM bersubsidi.
Salah satu informasi yang beredar, kata dia, yakni kendaraan dengan pajak atau STNK yang tidak aktif disebut tidak diperbolehkan mengisi BBM bersubsidi.
"Kami imbau masyarakat tidak panik dan tidak menanggapi isu-isu yang belum tentu kebenarannya," katanya.
Arif menegaskan informasi mengenai larangan kendaraan dengan pajak mati mengisi BBM bersubsidi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Ia menjelaskan operasional SPBU di Kota Sorong sebenarnya telah dimulai sejak pagi. Namun, antrean cenderung memuncak pada siang hari karena banyak masyarakat datang mengisi BBM pada waktu yang bersamaan.
"SPBU sudah mulai operasional di pagi hari. Mungkin karena kesibukan masyarakat sehingga antrean memuncak di siang hari," ujarnya.
Untuk mengatasi antrean, Pertamina telah mengerahkan tim ke sejumlah SPBU untuk memantau kondisi di lapangan sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan.
Pertamina juga memastikan pengisian ulang dapat segera dilakukan apabila stok di suatu SPBU memasuki kondisi kritis.
"Kalau nanti masuk level kritis sebelum habis, kami akan minta topping up ke depo untuk segera melakukan pengiriman ke SPBU," kata Arif.
Ia berharap kondisi antrean dapat segera kembali normal setelah masyarakat mendapatkan kepastian bahwa stok BBM tersedia dan tidak terjadi kelangkaan.
Terkait informasi mengenai kenaikan harga BBM, Arif juga memastikan tidak terdapat kenaikan harga yang perlu dikhawatirkan masyarakat dan harga BBM tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
Ia mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok di SPBU maupun cadangan di depo dalam kondisi aman.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.