Pertamina jaga ketersediaan dan kelancaran biosolar di Lampung

calendar_today 15.09.2026 - person  - timer ~

Pertamina jaga ketersediaan dan kelancaran biosolar di Lampung

Selasa, 15 September 2026 17:53 WIB

Image Print

Foto Arsip - Petugas SPBU tengah melayani konsumen (ANTARA/HO-Pertamina Patra Niaga)

Peningkatan konsumsi biosolar saat ini antara lain dipengaruhi oleh disparitas harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi

Bandarlampung (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga terus berupaya menjaga ketersediaan dan kelancaran penyaluran bahan bakar minyak (BBM), khususnya biosolar, bagi masyarakat di Provinsi Lampung.

"Peningkatan konsumsi biosolar saat ini antara lain dipengaruhi oleh disparitas harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi, yang mendorong sebagian masyarakat beralih menggunakan BBM bersubsidi," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, dalam keterangannya di Bandarlampung, Selasa.

Dia menjelaskan untuk merespons peningkatan konsumsi tersebut, rata-rata penyaluran harian biosolar di Lampung telah ditingkatkan secara bertahap. Pada periode Januari–April 2026, rata-rata penyaluran tercatat sebesar 2.178 kiloliter (KL) per hari.

"Jumlah tersebut meningkat sekitar 325 KL per hari atau 14,9 persen menjadi 2.503 KL per hari pada periode Mei–Agustus 2026," ujarnya.

Memasuki September 2026, Pertamina kembali menambah penyaluran sebesar 265 KL per hari atau 10,6 persen dibandingkan rata-rata periode Mei–Agustus. Dengan penambahan tersebut, total rata-rata penyaluran Biosolar di Lampung menjadi 2.768 KL per hari.

Rusminto menjelaskan, Pertamina juga telah melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan kelancaran pelayanan kepada masyarakat, antara lain menambah pasokan biosolar ke SPBU dengan tingkat konsumsi tinggi, memperpanjang jam operasional SPBU yang mengalami kepadatan, serta menambah jumlah operator yang melayani penjualan biosolar guna mempercepat waktu pelayanan.

Peningkatan konsumsi biosolar di Lampung turut dipengaruhi oleh pertumbuhan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Lampung tercatat sebesar 5,58 persen pada Triwulan I 2026 dan 5,29 persen pada Triwulan II 2026, sekaligus menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera.

Selain itu, jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung tumbuh sebesar 25,55 persen pada Triwulan I 2026. Pertumbuhan kendaraan baru di Lampung pada periode yang sama juga mencapai 21 persen, dari 32.858 kendaraan menjadi 39.817 kendaraan.

Di tengah peningkatan konsumsi tersebut, Pertamina terus memperkuat pengawasan agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Upaya yang dilakukan meliputi verifikasi pembelian menggunakan QR Code, inspeksi mendadak secara rutin bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, serta pemeriksaan secara sampling melalui rekaman CCTV SPBU," tambah Rusminto.

Pertamina juga menerapkan sanksi kepada lembaga penyalur yang terbukti melakukan pelanggaran. Sepanjang 2026, sebanyak 70 surat sanksi telah diberikan kepada SPBU sebagai bagian dari upaya pembinaan dan penegakan ketentuan dalam penyaluran BBM bersubsidi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai dengan peruntukannya serta turut mendukung penyaluran BBM bersubsidi agar semakin transparan dan tepat sasaran. Masyarakat juga diharapkan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berulang yang dapat mengganggu kelancaran pelayanan bagi konsumen lainnya," ujarnya.

Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.