Parik Malintang (ANTARA) - Anak perusahaan BUMN Pertamina, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat (Sumbar) mengedukasi siswa di SMPN 1 Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman terkait kesehatan, gizi, dan lingkungan.
"Alasan utama kita dalam program ini adalah ingin masyarakat hidup bersih dan memiliki perilaku hidup yang sehat serta menjaga lingkungan," kata Aviation Fuel Terminal Minangkabau PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Nurul Awal di Ulakan Tapakis, Senin.
Hal tersebut ia sampai usai peluncuran program Cadiak Pandai Goes To School yang dilaksanakan di SMPN 1 Ulakan Tapakis.
Ia mengatakan melalui program tersebut Pertamina mendorong para siswa SMPN 1 Ulakan Tapakis untuk berperan aktif sebagai agen perubahan untuk mengedukasi masyarakat di lingkungan sekitar.
Apalagi, lanjutnya isu kesehatan dan perubahan iklim menjadi perhatian serius Pertamina guna menjaga keberlangsungan generasi yang akan datang.
"Kami sebagai BUMN yang bergerak di bidang energi itu sangat konsen terhadap perubahan iklim," katanya.
Ia menyampaikan program yang dijalankan melalui dana pertangungjawaban sosial perusahaan BUMN tersebut tidak sekadar kegiatan seremonial peluncuran namun berkelanjutan yang telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan.
Untuk menjaga keberlanjutan dan dampaknya bagi masyarakat maupun sekolah, lanjutnya Pertamina menerapkan sistem pengawasan dan evaluasi secara berkala.
Sementara itu, Direktur Eksekutif PKBI Sumbar Arfen Dinata mengatakan melalui program tersebut pihaknya melatih puluhan siswa dari Agustus sampai September sehingga terbentuk gerakan Remaja Sahabat Lingkungan.
Ia menyampaikan dalam kegiatan yang dilaksanakan selama dua bulan tersebut pihaknya mengedukasi siswa terkait pola hidup sehat, kesehatan reproduksi, gizi seimbang, dan menjaga lingkungan.
Ia menyampaikan alasan pihaknya mengedukasi siswa terkait hal tersebut karena selain maraknya permasalahan lingkungan sehingga memicu perubahan iklim juga marak terjadinya isu pernikahan dini, stunting, serta asusila.
"Seperti diketahui, Padang Pariaman memiliki resiko perilaku pernikahan dini dan kekerasan berbasis gender," ujar dia.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut siswa dapat mengenali perubahan pada tubuhnya dan dapat membentengi diri serta peduli dengan lingkungan.