Jakarta (ANTARA) - Personel TNI AU mempertajam kemampuan dalam menjinakkan bom dengan mengikuti latihan diselenggarakan oleh US Pacific Air Forces (US PACAF) di Andersen Air Force Base, Guam, Amerika Serikat.
Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Selasa, dijelaskan bahwa tujuh personel AU mengikuti kegiatan selama empat hari dari 20 Juli 2026 hingga 24 Juli 2026.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan, latihan ini dilakukan agar para personel dapat menangani berbagai jenis bahan peledak saat terjadi aksi teror.
"Selama berada di sana mereka mengikuti pelatihan Materi yang diberikan meliputi Unexploded Ordnance (UXO), Improvised Explosive Device (IED), serta downed Unmanned Aircraft System (UAS)/drone, guna memperkuat kemampuan personel," kata I Nyoman saat dikonfirmasi di Jakarta.
Untuk diketahui pelatihan UXO merupakan tata cara menjinakkan munisi atau bom aktif yang gagal meledak. Lalu pelatihan IED merupakan tata cara menangani atau menjinakkan bom rakitan yang tidak dibuat berdasarkan standar militer.
Sedangkan pelatihan UAS yakni mempelajari tata cara mengatasi pesawat tanpa awak atau drone yang menyerang dengan membawa bom.
I Nyoman melanjutkan, para prajuritnya itu mempelajari tiga metode pelajaran itu secara materi hingga praktik.
Seluruh rangkaian pelatihan pun berjalan dengan lancar dan aman karena telah mengikuti prosedur keamanan yang telah ditetapkan.
Dengan adanya kegiatan ini, I Nyoman berharap kemampuan personel TNI AU di bidang penanganan bom semakin meningkat.
Baca juga: Korpasgat tuntaskan latihan antiteror di bandara
Baca juga: Kemhan beli 12 jet tempur dari Italia untuk dipakai latihan pilot AU
Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.