Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof. Sudarnoto Abdul Hakim.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengikuti dan mencermati pemberitaan tentang rencana penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di Indonesia. Dalam kajian dan penelusuran melalui berbagai sumber, MUI menemukan data yang dinilai kuat mengenai keterkaitan sejumlah konser Andrea Bocelli sebelumnya dengan simpati dan dukungannya terhadap Israel.
"Salah satunya adalah penampilannya dalam konser The Friends of Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles pada 2010. Acara ini dimaksudkan untuk menggalang dana bantuan kepada IDF, pasukan Zionis Israel yang selama ini telah dan terus melakukan genosida, menghancurkan Gaza, dan melakukan kejahatan internasional lainnya," kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim dalam pernyataan sikap tentang rencana penyelenggaraan konser tersebut kepada Republika, Jumat (16/10/2026).
Prof. Sudarnoto menegaskan, sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945, bangsa Indonesia harus teguh memberikan simpati dan membela Palestina serta menghapuskan segala bentuk penjajahan yang dilakukan siapa pun, termasuk oleh Zionis Israel. Hal ini juga sejalan dengan Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina.
Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh menjadi tempat bagi siapa pun yang bersimpati dan memberikan dukungan kepada Zionisme Israel, termasuk Andrea Bocelli. Membiarkan mereka melakukan kegiatan di Indonesia dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap amanah konstitusi, melukai bangsa Palestina, serta merusak kemaslahatan umat dan bangsa.
Dalam rangka mengimplementasikan khittah MUI sebagai pelayan umat (Khadimul Ummah), pelindung umat (Himayatul Ummah), serta mitra pemerintah (Shadiqul Hukumah), dengan bertawakal kepada Allah, MUI menyampaikan sikap sebagai berikut.