Kamis, 6 Agustus 2026 18:38 WIB
Ilustrasi lanskap kota Dubai. ANTARA/ Canva
Jakarta (ANTARA) - Agen perjalanan Golden Rama mengungkapkan bahwa perjalanan internasional yang dilakukan masyarakat Indonesia mencatatkan peningkatan 11,2 persen pada periode April hingga Juni 2026.
"Pulihnya operasional penerbangan di Timur Tengah bukan hanya berdampak pada perjalanan menuju kawasan Teluk, tetapi juga memulihkan salah satu jalur konektivitas internasional terpenting bagi wisatawan Indonesia. Dubai, Abu Dhabi, dan Doha merupakan hub global yang menghubungkan Indonesia dengan ratusan kota di Eropa, Afrika, Amerika Serikat, hingga Timur Tengah melalui jaringan penerbangan yang luas dan efisien," ujar General Manager of Communications & CRM Golden Rama Tours & Travel Ricky Hilton di Jakarta, Kamis.
Peningkatan tersebut terutama terlihat pada rute-rute yang memanfaatkan konektivitas melalui Dubai, Abu Dhabi, dan Doha, tiga hub penerbangan internasional yang selama ini menjadi gerbang utama bagi wisatawan Indonesia menuju berbagai destinasi di Eropa, Amerika Serikat, Afrika, hingga kawasan Timur Tengah.
Seiring kondisi keamanan di kawasan Teluk membaik, mayoritas maskapai internasional berbasis Timur Tengah telah kembali mengoperasikan penerbangan secara normal. Normalisasi ini memberikan kepastian yang lebih besar bagi wisatawan Indonesia dalam merencanakan perjalanan, terutama untuk destinasi-destinasi jarak jauh yang sangat bergantung pada konektivitas melalui kawasan tersebut.
Tidak mengherankan apabila setiap gangguan operasional di kawasan tersebut turut memengaruhi pola perjalanan masyarakat Indonesia, khususnya menuju Eropa dan Amerika Serikat.
Pihaknya juga melihat adanya perubahan perilaku wisatawan seiring membaiknya situasi. Jika sebelumnya banyak pelanggan memilih menunda keputusan perjalanan sambil menunggu perkembangan kondisi geopolitik dan operasional maskapai, kini semakin banyak wisatawan yang kembali aktif berkonsultasi, meminta rekomendasi rute, hingga mengonfirmasi pemesanan untuk keberangkatan pada semester kedua 2026.
Adapun kini preferensi wisatawan Indonesia juga bergeser dari Dubai yang identik sebagai destinasi belanja, kini konsumen mencari pengalaman mulai dari wisata budaya, arsitektur, kuliner hingga atraksi berbasis teknologi.
Salah satu destinasi yang paling banyak diminati adalah Museum of the Future, museum ikonik dengan arsitektur futuristik yang mengajak pengunjung menjelajahi masa depan, Burj Khalifa yang menjadi ikon Dubai, Al Seef memiliki kekayaan arsitektur Emirat dan gaya hidup modern lewat sejumlah kafe, restoran, pasar seni hingga toko suvenir.
Golden Rama memperkirakan permintaan perjalanan internasional pada semester kedua 2026 akan meningkat sekitar 70,8 persen dibandingkan semester pertama, salah satu indikator paling menonjol terlihat pada destinasi Amerika Serikat, Eropa, dan kawasan Mediterania, yang mencatat lonjakan minat wisatawan hingga hampir 200 persen.
Pewarta : Sinta Ambarwati
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026