Perempuan Tak Diajak, Bukti Pria Suka Jalan Sendiri dari Zaman Purba

calendar_today 28.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan bergerak atau bepergian secara terpisah antara laki‑laki dan perempuan ternyata bukan hanya ditemukan di manusia modern. Jejak kaki berusia 1,4 juta tahun yang ditemukan di Kenya memberikan bukti awal bahwa kerabat purba manusia sudah memiliki pola perjalanan yang terpisah berdasarkan jenis kelamin. Sekelompok laki‑laki bergerak bersama tanpa didampingi perempuan maupun anak‑anak.

Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada 27 Juli 2026 ini mengungkapkan adanya 21 jejak kaki yang terawetkan di tepi danau purba di wilayah Turkana Utara, Kenya. Para peneliti memperkirakan jejak tersebut berasal dari delapan individu spesies Paranthropus boisei, kerabat purba manusia yang sudah punah, berjalan beriringan pada waktu yang sama.

Berdasarkan ukuran dan bentuk jejak, mayoritas pembuat jejak tersebut adalah laki‑laki dewasa, dan tidak ditemukan jejak perempuan maupun anak dalam barisan itu.

"Fakta bahwa delapan individu Paranthropus boisei yang sebagian besar adalah laki‑laki dewasa tampak bergerak bersama sebagai satu kelompok, tanpa perempuan maupun anak, mengisyaratkan struktur sosial yang lebih kompleks pada spesies ini," ujar Neil Roach, peneliti dari Universitas Harvard yang turut menulis studi tersebut.

Roach menambahkan, meskipun laki‑laki bersaing untuk mendapatkan pasangan, mereka tetap saling bertoleransi dan berkumpul demi keamanan di lingkungan yang penuh bahaya pada masa itu.

Pola ini sejalan dengan temuan jejak kaki purba lain di situs Engare Sero, Tanzania, yang berusia sekitar 5.700 hingga 19.100 tahun. Di sana, tercatat kelompok yang berjalan bersama justru didominasi perempuan dewasa. Sebanyak 14 orang perempuan disertai hanya dua laki‑laki dewasa dan satu remaja laki‑laki, yang diduga sedang berburu atau mengumpulkan makanan.

Peneliti Kevin Hatala dari Universitas Chatham menjelaskan jejak kaki menjadi rekaman perilaku yang sangat berharga karena merekam momen nyata dalam waktu singkat, berbeda dengan sisa tulang yang mewakili rentang waktu ribuan tahun.

"Jejak kaki memberi kita gambaran langsung tentang cara mereka bergerak, ke mana tujuannya, dan siapa saja yang bepergian bersama," kata Hatala.

Dari kedua temuan itu tampak adanya pembagian peran dan pola perjalanan yang sudah berakar sejak masa prasejarah. Kelompok laki‑laki kadang bergerak sendiri atau sesama laki‑laki, sementara perempuan lebih sering bergerak bersama kelompok sesama perempuan atau keluarga inti.

Para peneliti berencana melakukan penggalian lebih lanjut untuk melihat apakah pola ini berlaku secara umum pada berbagai spesies kerabat manusia purba, atau hanya pada kelompok tertentu.

Meski demikian, bukti yang ada saat ini semakin memperkuat dugaan bahwa kebiasaan "berjalan sendiri" atau berkelompok berdasarkan jenis kelamin ternyata sudah ada sejak jutaan tahun lalu.

(dem/dem)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]