Perang Berubah, Zona Maut Meluas-Senjata Pembunuh Otomatis Menjamur

calendar_today 13.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang masih terus berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Bahkan, dalam enam bulan terakhir, Ukraina makin kencang mengerahkan 'pasukan otomatis' berupa drone tanpa awak ke medan perang. Senjata pembunuh otomatis dikerahkan di tengah kondisi pasukan Ukraina yang mulai kehabisan sumber daya untuk mempertahankan diri.

Dalam pernyataannya pada pekan lalu, Ukraina mengatakan telah menjalankan lebih dari 16.000 misi menggunakan drone darat sepanjang Juni 2026 saja. Angka itu lebih dari dua kali lipat jumlah misi pada Januari 2026, yakni 'cuma' 7.511.

"Mulai dari logistik hingga evakuasi medis, unit UGV (kendaraan darat tanpa awak) mengambil alih tugas-tugas paling berbahaya," ujar Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, dalam sebuah unggahan di media sosial X saat mengumumkan data bulan Juni, dikutip dari Business Insider, Senin (13/7/2026).

Meningkatnya penggunaan kendaraan tempur otomatis tak terjadi secara drastis, melainkan pelan-tapi-pasti. Pada Maret 2026, ada 9.072 misi drone otomatis yang dijalankan, lalu menjadi 11.025 misi pada April 2026, 14.509 pada Mei 2026, dan terakhir 16.676 misi pada Juni 2026.

"Jadi, Juni 2026, penggunaan drone otomatis meningkat 18,6% dibandingkan Mei, dan 122% dibandingkan Januari 2026," kata Kementerian Pertahanan Ukraina dalam sebuah pernyataan.

Secara total, selama 6 bulan pertama 2026, Ukraina melibatkan drone darat otomatis untuk lebih dari 66.300 misi. Jumlah yang dilaporkan ini mencakup misi logistik dan evakuasi, serta menggantikan personel militer manusia di wilayah-wilayah paling sulit di garis depan, kata Kementerian Pertahanan Ukraina.

Beberapa drone darat Ukraina juga dilengkapi dengan senjata ringan untuk melakukan serangan atau mempertahankan posisi tempur. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Kyiv lebih memprioritaskan pengiriman pasokan penting bagi pasukan mereka.

Drone pengintai dan penyerang milik musuh berkeliaran di belakang garis depan, menciptakan "zona mematikan" yang di beberapa area dapat membentang hingga sejauh 50 km ke dalam wilayah yang dikuasai Ukraina.

Wilayah-wilayah ini dipenuhi oleh drone sehingga menempatkan setiap prajurit manusia atau kendaraan lapis baja pada risiko tinggi untuk terdeteksi dan diserang.

Sumber Daya Makin Terbatas

Salah satu solusi Ukraina untuk menjaga kondisi pasukan yang sumber dayanya sudah sangat terbatas, adalah dengan membanjiri jalur pasokan medan perang ini menggunakan drone darat. Sering kali drone itu berupa kendaraan jenis buggy beroda atau berantai yang memuat makanan, amunisi, dan air.

Selama dua bulan terakhir, unit-unit Ukraina juga telah memodifikasi drone pengebom, penyerang, dan pengintai agar dapat mengangkut perbekalan.

Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan rencananya untuk pada akhirnya "mengalihkan hingga 100% logistik garis depan ke solusi robotik."

Pihaknya telah mengontrak pengadaan lebih dari 22.000 drone darat baru untuk dikirim ke garis depan tahun ini, dan kementerian menyatakan pihaknya berencana mengadakan sistem tambahan untuk tahun 2026.

(fab/fab)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]