Penyaluran Pembiayaan Fintech P2P Lending ke Luar Jawa Makin Masif

calendar_today 16.09.2026 - person  - timer ~

ILUSTRASI. Fintech, Pinjaman Online, Pinjol (KONTAN/Panji Indra)

Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran pembiayaan ke luar Pulau Jawa oleh industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) ke luar Jawa terus menunjukkan kinerja yang apik.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan ke luar Pulau Jawa oleh industri pindar tumbuh sebesar 29,05% year on year (YoY), menjadi Rp32,81 triliun pada Juli 2026.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik Djafar mengatakan industri fintech lending saat ini memang sedang fokus menggarap pasar di luar Pulau Jawa. Hal ini sejalan dengan prospek pembiayaan fintech lending yang juga besar di wilayah tersebut.

Baca Juga: Bank JTrust Indonesia (BCIC) Kejar Free Float 15%, Bidik Investor Strategis

Kendati begitu, untuk penetrasi penyaluran pembiayaan ke luar Pulau Jawa juga masih dibayangi oleh sejumlah tantangan. Salah satunya adalah infrastruktur digital, baik internet maupun data untuk proses credit scoring.

"Infrastruktur di luar Pulau Jawa belum baik seperti di Pulau Jawa. Dengan demikian, pergerakan agak lambat untuk masuk ke sana," ujarnya saat ditemui langsung di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (10/9).

Meski masih dihadapkan pada tantangan tersebut, sejumlah pemain di industri fintech lending masih mencatatkan kinerja positif untuk segmen pembiayaan di luar Pulau Jawa.

Salah satunya adalah PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha yang terus berupaya memperluas pembiayaan produktif ke berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini 60% penyaluran pembiayaan Amartha berada di luar Pulau Jawa.

VP of PR Amartha Harumi Supit, mengatakan penyaluran pembiayaan tersebut berasal dari berbagai sektor usaha. Perdagangan menjadi salah satu sektor terbesar, sementara sektor pertanian, kerajinan, dan sektor usaha lainnya juga terus menunjukkan tren perkembangan positif.

"Diversifikasi wilayah dan sektor ini menjadi bagian dari strategi Amartha dalam menjaga kualitas portofolio sekaligus menjangkau lebih banyak pelaku usaha mikro," ujarnya kepada Kontan, Rabu (16/9/26).

Kinerja positif juga dicatatkan oleh PT Sahabat Mikro Fintek (Samir). Meski secara kontribusi penyaluran pembiayaan kumulatif Pulau Jawa masih mendominasi dengan porsi 70%, tetapi pembiayaan Samir ke luar Pulau Jawa tercatat mulai merata. 

Penyaluran pembiayaan tertinggi Samir di luar Pulau Jawa adalah Sumatra dengan porsi mencapai 15%, kemudian diikuti secara merata dari Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, serta berimbang antara Papua dan Maluku sebesar 1% lebih.

Menurut Direktur Utama Samir Handy Juniandri, kesiapan struktur digital menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam memperluas penetrasi ke luar Pulau Jawa.

Meski begitu, Samir tetap melihat potensi yang besar bagi fintech lending untuk terus menyalurkan pembiayaan di wilayah tersebut. Hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan alternatif pembiayaan yang mudah.

"Segmentasi kami benar-benar bukan untuk konsumen yang memang ter-cover oleh perbankan. Jadi, kami segmentasinya adalah konsumen yang memang tidak bisa di-cover oleh perbankan," ujarnya.

Dengan pertumbuhan kinerja, peluang, dan optimisme dari pemain di industri fintech lending tersebut, pembiayaan pindar ke luar Pulau Jawa diproyeksikan akan terus memiliki prospek yang positif.

Baca Juga: Batas Pinjaman di Tiga Fintech Lending Dicabut OJK, AFPI Siapkan Mitigasi Risiko

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

  • fintech lending
  • Fintech P2P Lending
  • Amartha Mikro Fintek
  • Samir