Penjualan Rumah Tipe Besar Tumbuh, Pembiayaan KPR Susut pada Semester I-2026

calendar_today 28.08.2026 - person  - timer ~

ILUSTRASI. Pertumbuhan KPR (KONTAN/Baihaki)

Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Skema pembiayaan properti residensial melalui kredit pemilikan rumah (KPR) berkurang porsinya seiring lesunya pasar rumah bertipe kecil dan menengah. 

Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (SHPR BI) Triwulan II-2026 menunjukkan, pembelian rumah dari sisi konsumen di pasar primer yang menggunakan skema KPR setara 70,05% dari total skema pembelian.  

Sementara itu, pembelian dengan skema pembayaran tunai bertahap mencapai 20,6% dan tunai sebanyak 9,35%. 

Meski masih mendominasi, skema KPR mulai turun komposisinya. Pada triwulan II-2025, skema KPR masih setara 73,06% dari total pembiayaan, sementara skema pembayaran tunai bertahap dan tunai masing-masing sebesar 17,75% dan 9,19%. 

Baca Juga: Jejak Bakti BCA: Cetak Individu Unggul hingga Pemberdayaan Komunitas

Sejalan dengan itu, nilai KPR secara tahunan juga hanya tumbuh 4,7% pada triwulan II-2026, sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya berhasil tumbuh 7,81% secara tahunan. 

Sejatinya penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan II-2026 mulai mengalami perbaikan dengan catatan kontraksi 2,36% secara tahunan, lebih baik ketimbang kontraksi 3,8% pada triwulan II-2025. 

Namun jika dirinci, capaian dalam periode ini utamanya ditopang oleh penjualan rumah tipe besar yang berhasil tumbuh 13,08% secara tahunan. Di sisi lain, penjualan rumah tipe kecil dan menengah masing-masing masih terkontraksi sebesar 2,88% dan 10,51% secara tahunan. 

Padahal, hasil survei menunjukkan bahwa harga properti residensial hanya meningkat terbatas, nampak dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang ada di 110,89 atau tumbuh 0,69% secara tahunan pada triwulan I-2026. Sebagai perbandingan, pada triwulan II-2026 IHPR tumbuh 0,9% secara tahunan. 

Hasil survei juga menunjukkan, penghambat utama pengembangan dan penjualan properti residensial meliputi kenaikan harga bahan bangunan, masalah perizinan/birokrasi, suku bunga KPR, proporsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR, serta perpajakan. 

Baca Juga: BI Ubah Skema KLM, Bank Buka Peluang Penurunan Bunga Kredit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

  • Kpr
  • Kredit Perumahan Rakyat Kpr
  • Penjualan Rumah