Pengusaha Pede Neraca Perdagangan Indonesia Masih Bisa Surplus

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie optimistis neraca perdagangan Indonesia masih berpeluang positif. Meskipun, dia menyadari akan ada dampak dari gejolak harga minyak dunia global.

Dia menjelaskan, tren positif telah dicatatkan perdagangan Indonesia pada Juli 2026. Kondisi perdagangan berbalik positif US$ 120 juta atau Rp 2,14 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.900) setelah neraca dagang mencatatkan defisit pada Mei-Juni 2026.

"Kalau mengenai neraca apa perdagangan, kita melihat kembali lagi bulan lalu sudah mulai positif lagi net-nya, dan saya yakin ke depannya juga akan terus naik," ujar Aninda di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (23/9/2026).

Meski begitu, Anindya Bakrie melihat dampak dari fluktuasi harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak dunia dikhawatirkan menggerus angka positif dari ekspor-impor Indonesia.

Anin melihat produk asal Indonesia masih bisa bersaing di pasar global. Apalagi, ada beberapa komoditas yang menjadi andalan di Indonesia.

"Tapi kalau dilihat daripada produk-produk unggulan kita, kenaikannya justru semakin apa baik dan saya rasa itu karena pemerintah mendorong komoditas ekspor tersebut," tuturnya.

Produk Andalan

Anindya melihat produk-produk yang sudah menjadi andalan ekspor mampu jadi penopang utama, sepeeti tekstil, alas kaki, elektronik, hingga furnitur. Di samping itu, produk hilirisasi juga digadang bisa mengambil peran kontribusi pada positifnya ekspor RI.

"Jangan lupa juga untuk mineral kritis yang sudah diolah. Misalnya menjadi stainless steel atau menjadi apa namanya bahan pembuat baterai, dan ke depannya, melihat sekarang yang paling menarik adalah yang paling banyak diminati ialah bauksit," ujarnya.

"Bauksit menjadi alumina, aluminium itu juga rupanya menjadi suatu apa prioritas dan juga suatu komoditas yang telah diolah, ada nilai tambahannya dan juga diminati oleh banyak negara," Anindya menambahkan.