Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - Pengunjung mengaku puas menikmati berbagai rangkaian kegiatan hiburan dan kuliner selama Grand Prix (GP) Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 9-11 Oktober.
Sonny Airlangga dari Semarang mengaku kunjungan pertamanya ke Mandalika memberikan pengalaman menyenangkan. Menurut dia, lokasi tertata baik dan banyaknya kegiatan pendukung memberi penonton beragam pilihan.
Menurut dia, suasana di sirkuit tidak hanya berpusat pada aktivitas lintasan. Penonton dapat menikmati hiburan, mencicipi kuliner, serta mengunjungi galeri dan museum tentang sejarah balap nasional. Di area berdekatan juga memperkenalkan budaya NTB melalui informasi dan produk lokal.
Dia menambahkan, kenyamanan fasilitas turut mendukung pengalaman penonton. Toilet bersih, area hospitality nyaman, dan pelayanan petugas membuat pengunjung leluasa menikmati agenda.
Tempat beristirahat, tambah dia, juga tersedia bagi keluarga dan suporter.
Dia juga ingin menyaksikan perjuangan pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama yang berasal dari Gunungkidul, yang menjadi daya tarik tersendiri baginya.
"Sesama warga provinsi (Daerah Istimewa Yogyakarta) saya sangat bangga," kata perempuan yang datang bersama suaminya itu.
Berdasarkan data InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Mandalika Street Food Festival Volume 2 menghadirkan beragam kuliner khas dan produk kreatif guna memanjakan pengunjung di wilayah Bazaar Mandalika, yang berada berada di kawasan Sirkuit Internasional Mandalika.
Sebanyak 20 tenan kuliner usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyajikan aneka hidangan, mulai dari serabi, sate merah narmada, sate bulayak suranadi, sate taichan, nasi balap puyung, hingga nasi ayam sisit kecombrang serta jajanan tradisional lainnya. Selain itu rangkaian acara hiburan musik juga diisi oleh penghibur nasional di antaranya band Ungu, Tipe-X, Agnes Mo, dan lainnya.
Pewarta: Donny Aditra
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.