pengertian magma – Halo, Grameds! Istilah magma tentu nggak asing ketika membahas gunung api.
Material panas ini berada di bawah permukaan Bumi dan menjadi salah satu bagian penting dalam proses terjadinya erupsi. Namun, magma sebenarnya nggak hanya berupa batuan cair karena di dalamnya juga terdapat kristal mineral dan gas terlarut.
Lantas, apa pengertian magma dan bagaimana proses terbentuknya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Daftar Isi
Magma adalah batuan yang berada dalam kondisi cair atau sebagian cair di bawah permukaan Bumi. Magma terutama terdiri dari lelehan batuan, tetapi juga dapat mengandung kristal mineral, fragmen batuan, serta gas yang terlarut di dalamnya.
Magma dapat bergerak naik menuju permukaan karena memiliki massa jenis yang lebih rendah dibandingkan batuan padat di sekitarnya. Jika magma berhasil mencapai permukaan dan keluar melalui gunung api atau rekahan, istilah yang digunakan berubah menjadi lava.
Magma nggak hanya terdiri dari batuan cair. Secara umum, terdapat beberapa komponen utama di dalam magma.
Bagian cair magma berasal dari batuan yang mengalami pelelehan akibat kondisi suhu dan tekanan di dalam Bumi.
Magma dapat mengandung kristal mineral yang sudah terbentuk ketika sebagian material mengalami pendinginan.
Magma mengandung gas yang dapat keluar ketika tekanan berkurang saat magma bergerak menuju permukaan.
Magma berada di bawah permukaan Bumi dan dapat tersimpan di area yang disebut magma reservoir atau reservoir magma. Tempat ini menjadi lokasi penyimpanan magma sebelum magma bergerak menuju permukaan.
Magma juga dapat bergerak melalui rekahan dan saluran di dalam kerak Bumi. Jika tekanan dan kondisi lainnya memungkinkan, magma kemudian dapat mencapai permukaan dan menyebabkan erupsi.
Magma terbentuk ketika batuan di dalam Bumi mengalami pelelehan. Proses tersebut dapat terjadi akibat perubahan suhu, tekanan, maupun komposisi material di lingkungan geologi tertentu.
Suhu yang sangat tinggi di dalam Bumi dapat menyebabkan sebagian batuan meleleh.
Batuan yang naik ke bagian Bumi dengan tekanan lebih rendah dapat mengalami pelelehan tanpa harus mengalami kenaikan suhu yang besar.
Penambahan air dan zat volatil tertentu dapat menurunkan suhu yang dibutuhkan batuan untuk mulai meleleh.
Magma kemudian dapat berkumpul di bawah permukaan sebelum bergerak menuju tempat yang memiliki tekanan lebih rendah.
Magma dan lava sebenarnya merujuk pada material yang sama-sama berasal dari batuan cair, tetapi istilahnya digunakan berdasarkan lokasi material tersebut.
| Magma | Lava |
| Berada di bawah permukaan Bumi | Berada di permukaan Bumi |
| Mengandung lelehan batuan, kristal, dan gas | Merupakan magma yang telah keluar ke permukaan |
| Berada di dalam kerak atau bagian lebih dalam | Mengalir atau berada di sekitar area erupsi |
Sederhananya, Grameds, magma adalah batuan cair yang masih berada di bawah permukaan Bumi, sedangkan lava adalah magma yang sudah keluar ke permukaan.
Kandungan silika merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kekentalan magma. Magma dengan kandungan silika lebih tinggi cenderung lebih kental sehingga gas lebih sulit keluar.
Cenderung lebih encer dan lebih mudah mengalir.
Cenderung lebih kental dan dapat menghasilkan erupsi yang lebih eksplosif karena gas lebih sulit keluar.
Magma dapat dibedakan berdasarkan komposisi kimianya, terutama kandungan silika.
Memiliki kandungan silika relatif rendah dan umumnya lebih encer.
Memiliki kandungan silika menengah dan sifat yang berada di antara magma basaltik dan magma yang lebih kaya silika.
Memiliki kandungan silika lebih tinggi dan cenderung lebih kental.
Memiliki kandungan silika sangat tinggi dan umumnya sangat kental.
Secara umum, semakin tinggi kandungan silika, semakin tinggi pula viskositas magma. Magma yang lebih kental juga cenderung menahan gas lebih kuat sehingga erupsinya dapat berlangsung lebih eksplosif.
Magma yang bergerak menuju permukaan membawa gas terlarut di dalamnya. Ketika tekanan di sekitarnya berkurang, gas tersebut dapat membentuk gelembung dan mengembang.
Gas lebih mudah keluar sehingga magma dapat mengalir ke permukaan sebagai lava.
Gas lebih sulit keluar sehingga tekanan dapat meningkat dan menyebabkan erupsi yang lebih eksplosif.
USGS menjelaskan bahwa tingkat eksplosivitas erupsi berkaitan dengan komposisi magma dan kemampuan gas untuk keluar dari magma.
Magma yang kehilangan panas dapat mengalami kristalisasi dan berubah menjadi batuan beku. Jika proses pendinginan terjadi di bawah permukaan, batuan yang terbentuk termasuk batuan beku intrusif.
Sementara itu, magma yang sudah keluar sebagai lava dan kemudian mendingin akan membentuk batuan beku ekstrusif. Proses pendinginan yang lebih cepat di permukaan membuat kristal mineral pada batuan tersebut umumnya lebih kecil.
Nggak selalu. Magma dapat terbentuk dari pelelehan sebagian batuan yang berasal dari berbagai lingkungan di dalam Bumi. Sumbernya dapat berkaitan dengan mantel maupun batuan kerak yang mengalami pelelehan dalam kondisi tertentu.
Proses pembentukan magma juga dapat melibatkan perubahan komposisi ketika magma bergerak dan berinteraksi dengan batuan di sekitarnya.
Magma merupakan salah satu komponen utama dalam sistem gunung api. Ketika magma bergerak menuju permukaan, material tersebut dapat keluar melalui kawah atau rekahan dan menghasilkan berbagai produk vulkanik.
Magma yang keluar ke permukaan dalam bentuk lelehan batuan
Fragmen sangat halus yang dapat terbentuk ketika magma terpecah saat erupsi
Material dengan ukuran yang lebih besar yang dapat terlontar saat erupsi eksplosif
Gas yang sebelumnya terlarut dalam magma kemudian dilepaskan ke atmosfer
Suhu magma dapat berbeda-beda tergantung komposisi dan jenisnya. Secara umum, magma memiliki suhu yang sangat tinggi, yaitu sekitar 700–1.300°C.
| Jenis magma | Kisaran suhu |
| Magma riolitik | sekitar 650–800°C |
| Magma dasitik | sekitar 800–1.000°C |
| Magma andesitik | sekitar 800–1.100°C |
| Magma basaltik | sekitar 1.000–1.200°C |
Semakin tinggi suhu magma, umumnya magma akan berada dalam kondisi yang lebih cair. Sebaliknya, magma yang lebih dingin cenderung memiliki viskositas atau kekentalan yang lebih tinggi.
Magma yang masih berada di bawah permukaan Bumi nggak selalu dapat dilihat secara langsung. Ketika magma keluar sebagai lava, suhunya yang sangat tinggi dapat membuatnya berpijar.
Warna pijaran lava dapat memberikan gambaran mengenai suhunya.
| Warna pijaran | Perkiraan suhu |
| Merah tua | sekitar 600–800°C |
| Merah terang | sekitar 800–900°C |
| Oranye | sekitar 900–1.100°C |
| Kuning | sekitar 1.000–1.200°C |
Magma terbentuk ketika batuan di dalam Bumi mengalami pelelehan sebagian. Proses ini dapat terjadi di beberapa lingkungan geologi, seperti:
Pembentukan magma dapat dipengaruhi oleh beberapa kondisi, seperti:
Magma bisa membeku ketika suhunya mengalami penurunan. Dalam proses tersebut, mineral mulai membentuk kristal hingga akhirnya menghasilkan batuan beku.
Perbedaannya dapat dilihat dari lokasi dan proses pendinginannya.
| Kondisi | Hasil |
| Magma mendingin di bawah permukaan | Batuan beku intrusif |
| Magma keluar sebagai lava lalu mendingin di permukaan | Batuan beku ekstrusif |
| Pendinginan berlangsung lambat | Kristal cenderung lebih besar |
| Pendinginan berlangsung cepat | Kristal cenderung lebih kecil |
Grameds, magma nggak selalu berakhir sebagai lava. Jika magma kehilangan panas dan membeku sebelum mencapai permukaan, material tersebut dapat membentuk batuan beku di bawah permukaan Bumi.
Jadi, Grameds, pengertian magma adalah batuan yang berada dalam kondisi cair atau sebagian cair di bawah permukaan Bumi.
Magma nggak hanya terdiri dari lelehan batuan, tetapi juga dapat mengandung kristal mineral, fragmen batuan, dan gas terlarut.
Ketika magma berhasil mencapai permukaan Bumi, material tersebut disebut lava. Komposisi magma, terutama kandungan silika dan gas, turut memengaruhi kekentalan serta karakter erupsi gunung api.


Cuacapedia mengajak anak mengenal berbagai hal tentang cuaca dengan cara yang ringan dan menarik, mulai dari proses terbentuknya cuaca di atmosfer, cara memperkirakan kondisi cuaca, hingga hubungan antara cuaca, iklim, dan perubahan bentang alam. Buku ini juga membahas bagaimana manusia dan hewan beradaptasi dengan berbagai kondisi iklim serta alasan terjadinya perubahan iklim. Dilengkapi ilustrasi, permainan, dan aktivitas seru, materi tentang air, angin, suhu, salju, hingga cuaca ekstrem disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak sekaligus membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan.


Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar bagi kehidupan di Bumi, tetapi masih ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Dalam buku ini, Greta Thunberg mengumpulkan pengetahuan dari lebih dari seratus ahli dalam berbagai bidang untuk menjelaskan perubahan iklim, dampaknya, serta langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapinya. Buku ini menekankan pentingnya memahami perubahan iklim berdasarkan ilmu pengetahuan dan mengambil tindakan sebelum keadaan menjadi semakin buruk. Meskipun masalahnya besar, masih ada harapan jika berbagai pihak mau bergerak bersama dan mulai melakukan perubahan sejak sekarang.


Buku ini mengajak pembaca mengenal dunia gunung api melalui perpaduan sains, sejarah, fakta menarik, legenda, dan berbagai misteri di baliknya. Pembahasannya mencakup proses terbentuknya gunung api, jenis-jenis dan fitur vulkanik yang unik, hingga kisah letusan dahsyat yang pernah terjadi di Vesuvius, Santorini, Etna, Tambora, dan Krakatau. Selain itu, pembaca dapat mengenal gunung-gunung api terkenal seperti Fuji dan Kilimanjaro serta memahami bagaimana aktivitas vulkanik dapat mengubah lingkungan, iklim, hingga perjalanan sejarah manusia.


Perubahan iklim semakin nyata melalui berbagai kejadian seperti banjir, kebakaran hutan, dan cuaca panas ekstrem di berbagai belahan dunia. Kenaikan suhu Bumi, mencairnya gletser, naiknya permukaan laut, serta terancamnya berbagai jenis hewan menjadi tanda bahwa perubahan iklim dapat berdampak langsung pada kehidupan manusia dan lingkungan.
Why? Climate Change – Perubahan Iklim menjelaskan penyebab dan dampak perubahan iklim melalui cerita fiksi yang diperankan oleh Omji dan Komji. Informasi sains disampaikan dengan cara yang ringan dan menarik sehingga lebih mudah dipahami. Selain mengenalkan masalah perubahan iklim, buku ini juga menunjukkan berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga Bumi, seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memilih transportasi umum.


Perubahan iklim semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang bergantung langsung pada alam seperti nelayan. Kondisi ini membuat masyarakat harus memiliki ketahanan dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi perubahan lingkungan yang terus terjadi. Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai peran pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim serta sejauh mana aturan dan kebijakan yang ada mampu melindungi sumber daya alam.