Pengamat nilai TNI layak dilibatkan dalam program ketahanan pangan

calendar_today 21.07.2026 - person  - timer ~

TNI dapat memberikan dukungan sesuai kapasitasnya terutama pada aspek-aspek yang berkaitan dengan dukungan logistik, mobilisasi, maupun kondisi kedaruratan

Jakarta (ANTARA) - Analis dan pemerhati pertahanan dari Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (Keris), Hanif Rahadian menilai TNI layak untuk dilibatkan dalam program ketahanan pangan, karena ketahanan pangan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kuatnya pertahanan negara.

"Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memiliki dimensi strategis dalam menjaga stabilitas negara," kata Hanif saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Hanif menjelaskan, dalam prespektif geoekonomi, pangan tidak hanya dipandang sebagai komoditas ekonomi semata, melainkan sebagai aset strategis yang menentukan pertahanan suatu negara dalam menghadapi dinamika global.

Baca juga: Mentan siapkan 7.000 pompa air bantu petani Jateng atasi kekeringan

Dinamika global yang mungkin terjadi seperti gangguan rantai pasok dari asing, krisis geopolitik, hingga kondisi darurat lain yang bisa berujung konflik global.

Oleh karena itu, dia melanjutkan, upaya memperkuat ketahanan pangan harus dilakukan agar negara tetap kuat di tengah konflik global yang sedang berkecamuk.

Terkait keterlibatan TNI, Hanif menilai banyak kontribusi yang bisa diberikan institusi itu dalam rangka memperkuat ketahanan pangan.

"TNI dapat memberikan dukungan sesuai kapasitasnya terutama pada aspek-aspek yang berkaitan dengan dukungan logistik, mobilisasi, maupun kondisi kedaruratan," ujar dia.

"Sementara itu, pengelolaan sektor pangan pada prinsipnya tetap menjadi tanggung jawab utama kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan sipil yang memiliki mandat serta kompetensi di bidang tersebut," katanya menambahkan.

Dengan adanya peran TNI, Hanif yakin upaya penguatan pangan yang dilakukan pemerintah dapat berjalan lebih maksimal.

Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam acara panen raya bersama TNI di Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, menyatakan ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian.

Baca juga: Presiden Prabowo Tinjau Hilirisasi Bioetanol PTPN I, Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Alasannya, Prabowo menjelaskan ketahanan pangan menyangkut hajat hidup seluruh rakyat sehingga untuk mewujudkannya pun harus dilakukan melalui gerakan nasional.

"Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya panen raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa," kata Presiden Prabowo di hadapan para pejabat negara, perwakilan petani, dan perwakilan asosiasi pengusaha pertanian di Lanud Abdulrachman Saleh, Jumat (17/7).

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo mengingat kembali momen panen raya jagung yang digerakkan oleh Polri 2 bulan lalu. Kemudian, pada hari ini, tiga matra TNI, yaitu TNI Angkatan Darat dengan lahan binaan padi, TNI Angkatan Laut dengan lahan binaan kedelai, dan TNI Angkatan Udara yang mendampingi para petani tebu, juga menggelar panen raya serentak di 43 lokasi, yang merupakan markas-markas dan lahan-lahan binaan tiga matra TNI.

"Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat," ujar Presiden.

Oleh karena itu, dalam pidato yang sama, Presiden Prabowo pun meminta TNI dan Polri tak terlalu ambil pusing ketika mereka dikritik sejumlah pihak karena ikut membantu program ketahanan pangan pemerintah. Menurut Presiden, ketahanan pangan merupakan bagian dari mengatasi kesulitan rakyat. Terlebih di tengah situasi geopolitik dunia yang serba tidak pasti, membangun ketahanan pangan dan kemandirian pangan menjadi hal yang krusial untuk keselamatan bangsa.

"Enggak usah terlalu (memikirkan, red.) apalah ini prosedur, ini apa, kenapa tentara ikut di sawah, kenapa polisi ikut nanam jagung, enggak. Ini Indonesia. TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat," kata Presiden Prabowo kepada jajaran petinggi TNI dan Polri.

Baca juga: Prabowo sampaikan rasa bangga ke petani seluruh Indonesia

Pewarta: Walda Marison
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.