Pemulihan Listrik Flores Jadi Bukti Pentingnya Kesiapan Hadapi Bencana

calendar_today 21.08.2026 - person  - timer ~

Gempa bumi tidak hanya menguji ketahanan infrastruktur, tetapi juga kesiapan sistem kelistrikan dalam merespons kondisi darurat. Hal itu terlihat dari penanganan jaringan listrik di Flores setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026 lalu.

HUT RMOL news

Peneliti Alpha Research Ferdy Hasiman menilai kecepatan penanganan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pasokan listrik tetap tersedia di tengah bencana. Sebanyak 11 gardu induk yang terdampak gempa berhasil dipulihkan dalam waktu kurang dari 12 jam.

“Belum ada keluhan yang berarti terkait pelayanan kelistrikan di seluruh Flores di tengah bencana gempa. Kondisi tersebut menunjukkan kesiapsiagaan dalam menyediakan pasokan dan infrastruktur listrik masyarakat Flores,” kata Ferdy, dalam pernyataannya kepada media, dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 21 Agustus 2026.

Menurut Ferdy, gempa tetap menimbulkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur kelistrikan, termasuk transformator dan jaringan kabel. Kondisi tersebut diperberat oleh gempa susulan yang masih terjadi di sejumlah wilayah sehingga penanganan tidak dapat dilakukan secara langsung di semua lokasi.

“Memang tidak bisa dibantah, akibat gempa ada infrastruktur seperti trafo dan kabel listrik di beberapa tempat yang mengalami kerusakan. Itu bisa dimaklumi dan tidak bisa diperbaiki segera karena sampai saat ini gempa susulan masih terjadi. Itu menyebabkan kesulitan tersendiri dalam penanganan kelistrikan,” ujar Ferdy yang lahir di Manggarai Timur, NTT.

Meski menghadapi kerusakan dan gempa susulan, penanganan terus dilakukan hingga pasokan listrik kembali menjangkau pelanggan terdampak. Berdasarkan informasi, kondisi kelistrikan di Flores kembali normal sepenuhnya pada 18 Agustus 2026.

Ketersediaan listrik menjadi bagian penting dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, pasokan listrik mendukung komunikasi, layanan kesehatan, posko pengungsian, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, Ferdy menekankan pentingnya memastikan listrik tetap tersedia untuk fasilitas vital, terutama di wilayah yang mengalami dampak gempa cukup parah seperti Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo.

“Di daerah-daerah yang paling parah terdampak gempa, seperti Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo, kelistrikan masih aman dan terkendali. Prioritas pelayanan kelistrikan untuk fasilitas vital, seperti Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng, RS Bajawa, posko bencana, bandara, dan tempat pengungsian sangat penting,” ujarnya.

Kesiapan sistem kelistrikan harus berjalan beriringan dengan kemampuan merespons secara cepat ketika bencana terjadi. Keduanya diperlukan agar gangguan infrastruktur tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih luas terhadap layanan masyarakat.

“Pemulihan kelistrikan bukan hanya soal perbaikan infrastruktur. Dalam situasi bencana, listrik memastikan rumah sakit, posko bencana, fasilitas umum, dan aktivitas masyarakat dapat terus berjalan,” pungkas Ferdy.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.