Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendukung ekspansi produksi fatty alcohol PT Unilever Oleochemical Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumut.
"Ekspansi senilai 155 juta dolar AS ini diharapkan mampu memperluas penyerapan tenaga kerja lokal," ucap Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya usai menghadiri peresmian pengembangan operasional produksi PT Unilever Oleochemical Indonesia yang dihadiri Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Yuliot Tanjung di KEK Sei Mangkei, Simalungun, Sumatera Utara, Rabu.
Selain itu, lanjut Wagub, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Utara.
Surya mengatakan, keberhasilan investasi di Sumatera Utara tidak semata-mata diukur dari besarnya modal yang masuk atau tingginya volume produksi.
Namun, menurutnya, tolok ukur utamanya adalah sejauh mana investasi mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri.
"Saya berharap pengembangan operasional ini semakin membuka ruang bagi tenaga kerja lokal, memperkuat kompetensi sumber daya manusia kita, serta memperluas kemitraan dengan UMKM," ujarnya.
Baca juga: Pertagas Group perkuat dukungan energi industri di KEK Sei Mangkei
Baca juga: Gubernur Sumut optimis serap 13.000 tenaga kerja di KEK Sei Mangkei
Wagub juga menilai keterlibatan pelaku usaha lokal, khususnya para pelaku UMKM di Sumatera Utara sangat penting dalam membangun ekosistem industri yang tangguh.
Pemprov Sumut terus mendorong PT Unilever Oleochemical Indonesia dan para investor di KEK Sei Mangkei memberikan kesempatan lebih luas kepada pemasok serta penyedia jasa lokal sebagai rantai pasok industri global.
"Kita juga ingin industri besar tumbuh bersama masyarakat. Keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal akan membuat manfaat ekonomi dari keberadaan KEK Sei Mangkei ini dirasakan secara inklusif dan merata," tegas Surya.
Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen menyatakan, pihaknya optimis terhadap masa depan manufaktur berkelanjutan di Indonesia.
Ia mengatakan, fasilitas operasional PT Unilever Oleochemical Indonesia secara keseluruhan kini diproyeksikan mampu mengirim hingga 600.000 ton produk oleokimia lebih dari 30 negara, dan potensi nilai ekspor mencapai 800 juta dolar AS.
"Pabrik fatty alcohol ini memperkuat Indonesia memproduksi oleokimia bernilai tinggi. Investasi ini bukan sekadar perluasan kapasitas produksi, tetapi juga dedikasi kami pada manufaktur rendah karbon berbasis bio-energi sirkular, serta komitmen memberdayakan tenaga kerja dan masyarakat lokal," tutur Willem.
Baca juga: DPR pastikan KEK Sei Mangkei beri dampak perekonomian ke masyarakat
Baca juga: Ekspor oleokimia bisa mencapai 54 miliar dolar AS pada 2030
Baca juga: Apolin dukung ekonomi sirkular pada industri oleokimia
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.