Pemprov Sulteng tawarkan GIZ kerja sama pengolahan kakao

calendar_today 27.08.2026 - person  - timer ~

Pemprov Sulteng tawarkan GIZ kerja sama pengolahan kakao

Kamis, 27 Agustus 2026 23:27 WIB

Image Print

Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste (kanan) melakukan penanaman bibit kakao di Desa Kapiroe, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (27/8/2026). (ANTARA/Moh Salam)

Palu (ANTARA) -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) menawarkan potensi kerja sama kepada Badan Usaha Milik Jerman (GIZ) untuk pengolahan komoditas kakao skala Industri Kecil dan Menengah (IKM).

“Kami punya Workshop Rumah Coklat, dengan alat-alat yang masih mumpuni,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng Richard Arnold Djanggola di Palu, Kamis.

Ia mengatakan sarana prasarana itu berhenti menyalurkan barang produksi kepada IKM di Sulteng, sejak adanya regulasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di tahun 2025.

Karena itu, ia berharap workshop tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak ketiga yakni GIZ dan program Sustainability and Value Added in Agricultural Supply Chains In Indonesia (SASCI+).

“Kami menawarkan kepada GIZ dan SASCI+, untuk bisa digunakan melatih petani kakao yang selama ini telah didampingi,” ujar dia.

Ia berharap Pemerintah Jerman dapat memfasilitasi hadirnya industri pengolahan kakao, walaupun hanya setengah jadi di Sulteng. Ia pun menawarkan lokasi pembangunan dapat dilaksanakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, dengan produk setengah jadi seperti pasta coklat.

Richard mengatakan coklat hasil produksi IKM di Sulteng bisa menandingi produksi yang berada di luar Sulteng. Sehingga itu menjadi salah satu potensi yang bisa menjadi pertimbangan adanya industri pengolahan skala besar.

Dia mengakui walaupun tanaman kakao sulteng melimpah dengan kondisi ekspor ke luar negeri, tetapi tidak tercatat sebagai pendapatan dari Sulteng.

“Nama coklatnya Sulteng, tetapi bukan di ekspor dari Sulteng, Namanya dari kantor perusahaan yang terdaftar di Surabaya atau Jakarta,” katanya menegaskan.

Pernyataan itu Richard sampaikan saat kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste bersama GIZ di Sulawesi Tengah 26-28 Agustus 2026.

Sementara itu, Koordinator GIZ Sulawesi Tengah Ismet Khaeruddin mengungkapkan pihaknya telah memanfaatkan Workshop Rumah Coklat milik Disperindag Sulteng, dalam dua tahun terakhir.

“Kami sudah melakukan itu sebanyak dua kali dan antusiasme dari petani dan IKM cukup tinggi,” ujar dia.

Pewarta : Fauzi
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026