Senin, 5 Oktober 2026 16:35 WIB
Gubernur Sulteng Anwar Hafid. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng
Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) membangun Jembatan Wombo Kalonggo di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan memperkuat konektivitas antar-wilayah.
“Ini jalur yang sangat vital bagi masyarakat antara dua desa,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Palu, Senin.
Ia menyebut jembatan tersebut sebagai “tol desa” karena berperan penting dalam menghubungkan sejumlah desa dan mendukung aktivitas masyarakat setempat.
Ia mengatakan jembatan itu tidak hanya menghubungkan Desa Wombo dan Wombo Kalonggo, tetapi juga memperkuat konektivitas menuju Desa Wombo Mpanau dan wilayah sekitarnya sehingga memudahkan pergerakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurut dia, pembangunan jembatan tersebut bentuk dukungan Pemprov Sulteng kepada pemerintah kabupaten untuk memastikan akses masyarakat tetap terbuka di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
Ia mengatakan jalan dan jembatan tidak sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi juga membuka akses masyarakat menuju pusat ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, serta mendukung berbagai aktivitas sosial.
Selain itu, Pemprov Sulteng mendorong pengembangan konektivitas Siniu-Pantolon sebagai jalur alternatif untuk membuka akses baru sekaligus mendukung pengembangan kawasan industri.
“Kalau Kebun Kopi macet, bisa lewat Siniu, bisa lewat Sausu. Kira-kira begitu. Jadi, kita ingin membangun konektivitas yang memberikan pilihan akses bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan pengembangan konektivitas tersebut juga ditujukan mendukung Siniu sebagai salah satu kawasan industri pengolahan baterai dan industri pendukung lainnya.
Menurut dia, ketersediaan jalur alternatif menjadi bagian penting dalam membangun konektivitas yang dapat memberikan pilihan perjalanan bagi masyarakat sekaligus menunjang kegiatan ekonomi di wilayah tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi dan pengaduan melalui layanan Berani Samporoa di nomor 0811-6662-222 yang beroperasi selama 24 jam.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026