Sabtu, 29 Agustus 2026 17:07 WIB
Penumpang berada di dalam bus Trans Jateng di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/agr
Batang, Jateng (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas jangkauan operasional bus Trans Jateng ke wilayah Kabupaten Batang untuk menopang mobilitas masyarakat menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Agung Widodo di Batang, Jateng, Sabtu, mengatakan Pemprov Jateng telah memberikan sinyal hijau adanya penyesuaian titik pemberhentian utama agar lebih strategis menunjang kawasan penyangga industri.
"Alhamdulillah, kami mendapatkan tanggapan positif. Jadi, nanti Trans Jateng ini juga akan mendukung kegiatan di KITB," katanya.
Menurut dia, pergeseran titik halte dipusatkan ke wilayah yang bersentuhan langsung dengan area industri.
"Usulan kemarin memang saat pertemuan itu tidak di Banyuputih, tetapi malah di Plelen (Kecamatan Gringsing). Karena sebagai penyangga nantinya untuk kawasan ekonomi khusus adalah yang Gringsing," katanya.
Ia mengatakan untuk perencanaan rute, durasi perjalanan, hingga skema operasional kini masih digodok matang.
"Pemerintah daerah nantinya harus menyiapkan angkutan dari lokasi Trans Jateng berhenti menuju ke kawasan ekonomi khusus," katanya.
Kemudian, untuk memastikan tarif yang dipatok relevan dengan daya beli masyarakat, pihaknya akan menggelar studi ability to pay (ATP) dan willingness to pay (WTP) pada 2027.
"Pada 2027, kita nantinya akan ada kegiatan itu untuk ATP dan WTP-nya dulu karena harus berhitung kira-kira dengan kemampuan itu seperti apa untuk menjadi bahan pertimbangan," katanya.
Ia mengatakan proyeksi transportasi ini dirancang dalam jangka panjang untuk menghubungkan aglomerasi Petanglong atau hingga ke Kabupaten Pekalongan.
"Meski begitu, fokus terdekat tetap dialokasikan penuh untuk kebutuhan lokal. Ke depannya harapannya itu sampai dengan Petanglong, jadi sampai dengan Kabupaten Pekalongan," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.