Sorong, Papua Barat Daya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD), melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, menyalurkan sebanyak 110 unit boks pendingin (cooler box) kepada nelayan tradisional orang asli Papua (OAP) di Kabupaten Maybrat untuk membantu menjaga kualitas hasil tangkapan ikan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya Absalom Solossa di Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu, mengatakan bantuan tersebut diberikan karena sebagian nelayan di wilayah perairan umum daratan, terutama sekitar danau, masih meletakkan hasil tangkapan di pinggir jalan untuk dijual.
"Kalau ikan tidak ditangani dengan baik, kualitasnya cepat menurun dan berpengaruh terhadap daging serta dapat menyebabkan ikan cepat rusak," katanya.
Ia menjelaskan penggunaan cooler box itu diharapkan membantu nelayan menjaga kualitas ikan sejak setelah ditangkap hingga dibawa ke tempat penampungan atau lokasi pemasaran.
Menurut dia, pemerintah provinsi memprogramkan bantuan ini sebanyak 200 buah boks pendingin yang nantinya akan disalurkan ke masing-masing kabupaten kota di Papua Barat Daya.
"Karena Kabupaten Maybrat belum pernah mendapat bantuan sejak 2023 sampai sekarang, maka tahun ini kami memberikan 110 buah untuk Kabupaten Maybrat," ujarnya.
Selain boks pendingin, Pemprov Papua Barat Daya juga menyalurkan bantuan 30.000 benih ikan yang terdiri atas benih ikan nila dan ikan mas untuk mendukung kegiatan budi daya masyarakat.
Absalom mengatakan bantuan perikanan tersebut merupakan program rutin Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya yang mencakup bantuan cooler box, pakan, dan benih ikan.
Ia menyebut bantuan diberikan secara bertahap dan tersebar di enam kabupaten dan kota di Papua Barat Daya, yakni Raja Ampat, Tambrauw, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, dan Maybrat.
"Harapan kami masyarakat yang mendapat bantuan dari pemerintah daerah dapat menggunakan bantuan ini dengan baik," katanya.
Ia menambahkan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi untuk melihat perkembangan pemanfaatan bantuan, termasuk dampaknya terhadap pendapatan masyarakat serta keberlanjutan usaha penangkapan dan budi daya ikan.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.