Senin, 5 Oktober 2026 13:15 WIB
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri saat meninjau kualitas padi di Kota Jayapura, Papua pada beberapa waktu lalu. ANTARA/HO- Pemprov Papua
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyiapkan sekitar 6.500 hektare lahan sawah baru pada akhir 2026 di mana hal ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Gubernur Papua Matius D Fakhiri di Jayapura, Jumat, mengatakan pembukaan lahan sawah baru tersebut dilakukan bersamaan dengan rehabilitasi sejumlah sawah yang sudah lama tidak digunakan.
“Oleh sebab itu pada akhir tahun ini kami membuka 6.500 lahan sawah, ditambah beberapa rehabilitasi sawah-sawah yang sudah tidur,” kata Fakhiri.
Menurut Fakhiri, peningkatan luas lahan pertanian tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemprov Papua terhadap program strategis nasional di sektor pertanian.
"Produktivitas padi di Papua saat ini menunjukkan perkembangan positif. Rata-rata hasil panen telah mencapai lebih dari delapan ton per hektare," ujarnya.
Dia menjelaskan, seperti hasil produksi padi di sejumlah wilayah Kabupaten Keerom mampu mencapai 12,8 ton per hektare.
“Kami di Provinsi Papua sekarang terdepan, yaitu 12,8 ton kami sudah menghasilkan. Untuk itu peningkatan produktivitas padi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan perkebunan sehingga perekonomian Papua tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan," katanya lagi.
Dia menambahkan selain memperluas lahan, Pemprov Papua mendorong peningkatan intensitas tanam melalui dukungan irigasi dan pompa air. Pemerintah berharap petani dapat melakukan hingga tiga kali panen dalam setahun.
“Kami tidak minta empat kali tanam, tetapi cukup tiga kali. Sehingga Provinsi Papua bisa tiga kali panen.Peningkatan produksi juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat di wilayah pesisir sekaligus mendukung pasokan ke wilayah pegunungan Papua," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026